WARTA, TANJUNG SELOR – Upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya terus digencarkan di Kalimantan Utara (Kaltara). Melalui pelatihan membatik, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara mendorong lahirnya wirausaha baru sekaligus memperkuat identitas daerah lewat kain batik.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Wirausaha Baru Membatik tingkat dasar dengan pewarna sintetis ini digelar oleh Disperindagkop Kaltara bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kaltara, menghadirkan peserta dari berbagai kabupaten/kota.
Pelatihan dibuka oleh Ketua Dekranasda Kaltara, Rahmawati Zainal, didampingi Wakil Ketua Kornie Serliany Ingkong Ala serta Wakil Ketua Dekranasda Bulungan Martina Kilat.
Dalam sambutannya, Rahmawati menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama pengembangan industri batik di daerah.
“Saya berharap kualitas dan kuantitas produksi batik khas daerah dapat meningkat, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menilai, pelatihan ini bukan sekadar transfer keterampilan, tetapi juga menjadi pintu masuk lahirnya komunitas pengrajin baru dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur hingga pelajar.
Lebih jauh, Dekranasda Kaltara juga berencana menjalin kerja sama dengan daerah lain yang telah lebih maju dalam industri batik. Langkah ini dinilai penting untuk memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan teknis para pengrajin lokal.
“Kami ingin belajar langsung dari daerah lain agar batik Kaltara bisa lebih berkembang,” katanya.
Tak hanya fokus pada produksi, Rahmawati juga mendorong lahirnya motif batik khas Kaltara yang memiliki ciri kuat dan dapat digunakan secara luas, termasuk oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov sebagai bagian dari promosi produk lokal.
Selama lima hari pelaksanaan, mulai 27 April hingga 1 Mei 2026, peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Mulai dari pengenalan teknik dasar hingga praktik langsung membatik, seluruh proses dirancang untuk memberikan bekal nyata dalam membangun usaha mandiri.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kaltara berharap batik tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga simbol identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi baru di Bumi Benuanta.




