WARTA, TANJUNG SELOR – Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan (PDIP) se-Kalimantan Utara yang berlangsung pada 19 Oktober 2025 di Hotel Luminor, Tanjung Selor, menjadi panggung konsolidasi penting bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Hasil Konferda dan Konfercab diumumkan secara resmi oleh Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif, Deddy Yevri Sitorus, yang hadir bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Utara, Albertus Stefanus Marianus, serta Ketua DPC Nunukan, H Irwan Sabri, Senin, 20 Oktober
Posisi Ketua DPD kembali dipercayakan kepada Albertus Stefanus Marianus. Sementara itu, Arming, SH, legislator muda DPRD Kaltara, ditunjuk sebagai Sekretaris DPD, menggantikan pejabat sebelumnya. Untuk jabatan Bendahara, nama H. Hamka tetap dipertahankan.
Di tingkat cabang, sejumlah rotasi juga terjadi. H Irwan Sabri, yang juga menjabat sebagai Bupati Nunukan, kini dipercaya sebagai Ketua DPC PDIP Nunukan, sementara Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri ditunjuk memimpin DPC Tana Tidung.
Konferda ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, serta dihadiri oleh dua tokoh penting partai: Puti Guntur Soekarno (Ketua DPP Bidang Pendidikan) dan Deddy Yevri Sitorus.
Tak hanya menjadi ajang politik internal, kegiatan ini juga menampilkan kekayaan budaya Kalimantan Utara. Tarian tradisional seperti Tari Melewah, Tari Selamat Datang, Tari Bagentawai, dan Tari Leleng turut memeriahkan pembukaan acara. Seremoni ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan keberkahan.
Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kepada seluruh kader di Kalimantan Utara. Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab ideologis partai.
“Merawat pertiwi harus menjadi budaya politik kita. Hutan bukan sekadar sumber daya, tetapi warisan bagi generasi mendatang,” tegas Hasto, mengutip pesan Megawati.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan di Kalimantan tidak boleh mengorbankan ekosistem hutan. Jalur strategis seperti ALKI 1 dan ALKI 2 disebut sebagai solusi pembangunan tanpa harus merusak lingkungan secara masif.
Sementara itu, Puti Guntur Soekarno mengajak kader untuk kembali ke akar perjuangan ideologis partai, khususnya dalam membela wong cilik dan membangun kedekatan dengan rakyat.



