WARTA, JAKARTA – Dukungan terhadap rencana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) semakin menguat. DPRD Kaltara menyatakan komitmen penuh untuk mendorong realisasi investasi strategis tersebut demi mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, menghadiri pertemuan strategis bersama Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pimpinan PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Kantor Badan Penghubung Kaltara, Jakarta, Selasa (21/4).
Pertemuan tersebut membahas peluang investasi pembangunan jalur kereta api lintas Kaltara. PT INTRA menyatakan minatnya untuk menanamkan modal dalam proyek infrastruktur transportasi tersebut, yang dinilai mampu membuka akses antarwilayah sekaligus mendorong percepatan ekonomi, khususnya di kawasan perbatasan.
Pemerintah Provinsi Kaltara menyambut positif rencana tersebut. Gubernur Zainal menilai kehadiran kereta api akan menjadi solusi transportasi yang lebih efisien dan terintegrasi di masa depan.
Namun, terdapat sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi agar proyek ini dapat direalisasikan. Setidaknya ada lima aspek penting, yakni dukungan kebijakan melalui Peraturan Daerah (Perda), pembebasan lahan, perizinan, off taker agreement, serta surat dukungan.
Gubernur memastikan bahwa dukungan kebijakan melalui Perda telah dipenuhi bersama DPRD, sementara empat aspek lainnya akan diproses secara bertahap, seiring dengan rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, menegaskan pihaknya siap mengawal penuh investasi ini sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan infrastruktur strategis di daerah.
“Kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan investor menjadi kunci agar rencana besar ini bisa terwujud dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan jaringan kereta api di Kaltara nantinya diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi yang lebih modern, meningkatkan konektivitas wilayah, serta memperkuat daya saing daerah, baik di tingkat nasional maupun regional.
Dengan sinergi yang terus dibangun, proyek ini dinilai menjadi langkah nyata menuju transformasi infrastruktur di Bumi Benuanta.




