WARTA, TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperketat pengawasan terhadap situasi hidrometeorologi di wilayah utara Indonesia. Saat ini, fokus perhatian tertuju pada luapan air yang menggenangi dua titik krusial, yakni Kecamatan Sembakung di Nunukan dan Kecamatan Sekatak di Bulungan.
Langkah taktis diambil oleh BPBD Nunukan dengan menerjunkan langsung Tim Kaji Cepat ke lokasi terdampak di Sembakung. Langkah ini diambil guna membedah situasi di lapangan secara akurat sebelum menetapkan status hukum kebencanaan.
Penentuan Status: Siaga atau Tanggap Darurat?
Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Andi Amriampa, menjelaskan bahwa hasil kerja tim lapangan akan menjadi penentu kebijakan strategis pemerintah daerah.
”BPBD Nunukan sudah menurunkan tim untuk melakukan kaji cepat. Kita akan mengevaluasi hasilnya untuk menentukan apakah statusnya tetap pada kategori Siaga Bencana atau harus ditingkatkan menjadi Tanggap Darurat Bencana,” jelas Andi saat memberikan keterangan di Tanjung Selor, Rabu (7/1).
Update Kondisi Lapangan
- Kecamatan Sembakung: Masih dalam pemantauan intensif oleh tim kaji cepat guna mendata kerugian dan risiko lanjutan.
- Kecamatan Sekatak: Kabar positif datang dari Bulungan, di mana debit air dilaporkan telah menyusut. Banjir di wilayah ini diidentifikasi akibat pendangkalan drainase utama yang tidak mampu menampung volume air hujan yang ekstrem.
Kesiagaan Alat dan Personel
Meskipun penanganan awal berada di tangan pemerintah kabupaten, BPBD Kaltara menegaskan siap memberikan sokongan penuh jika situasi memburuk.
”Kami terus memonitor perkembangan. Jika ada permintaan dukungan dari daerah, kami segera turunkan tim bantuan. Untuk Sembakung sendiri, kami telah menyiagakan 8 unit pompa air bantuan tahun lalu yang bisa digunakan dalam kondisi basah maupun kering,” pungkas Andi.
Pemerintah menghimbau masyarakat di daerah rawan banjir untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi di awal tahun ini.




