WARTA, TARAKAN – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kota Tarakan, Selasa (23/9). Kunjungan kerja ini mencakup pembangunan jalan, drainase, gedung sekolah, hingga kantor pelayanan daerah.
Tinjauan pertama dilakukan pada pembangunan drainase di Jalan Gajah Mada. Wagub Ingkong mengingatkan kontraktor agar memperhatikan akses gang kecil.
“Jangan sampai drainasenya ketinggian hingga menyulitkan masyarakat. Harus diperkuat dengan material besi supaya akses gang bisa dilalui bukan hanya roda dua, tapi juga roda empat,” tegasnya.
Selanjutnya, Wagub meninjau pembangunan jalan Ring Road menuju Pantai Amal. Menurutnya, jalan ini sangat strategis bagi masyarakat, terutama untuk membuka peluang di sektor perkebunan dan pertanian.
“Keberadaan jalan ini akan memudahkan masyarakat membuka lahan sekaligus mendorong kawasan baru berkembang menjadi pemukiman dan lahan pertanian,” jelasnya.
Tahun ini, Pemprov Kaltara mengalokasikan pembangunan jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 24 meter, ditargetkan selesai dalam dua bulan. Wagub meminta agar badan jalan dilengkapi irigasi agar tidak mudah tergenang air.
“Proyek ini harus dikerjakan dengan kualitas terbaik. Tahun depan kita upayakan tambahan alokasi supaya pembangunan jalan bisa berlanjut, karena akses ini sangat dibutuhkan warga Pantai Amal,” tambahnya.
Di lokasi pembangunan UPTD Bapenda Kaltara, progres pekerjaan bahkan lebih cepat dari target. Realisasi mencapai 35,079 persen dibanding target 29,560 persen, atau deviasi positif 5,519 persen.
“Artinya pembangunan gedung ini berjalan lebih cepat dari jadwal,” ujar Wagub.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke SMK Negeri 4 Tarakan dan SMA Ulul Albab Tarakan. Pada SMKN 4, fondasi bangunan dinilai sudah sesuai rencana. Wagub meminta kontraktor, kepala sekolah, dan PPTK mengawasi ketat pengerjaannya. Sementara di SMA Ulul Albab, ia menilai kualitas material dan fondasi sudah sesuai standar, tetapi menekankan pentingnya manajemen waktu agar proyek selesai tepat jadwal.
“Ketua yayasan dan kepala sekolah juga harus aktif memberi masukan agar hasil pembangunan sesuai harapan,” tutup Wagub Ingkong.




