WARTA, NUNUKAN – Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Nunukan, hingga Selasa (6/1/2026) pukul 12.00 Wita, ratusan rumah warga terendam akibat luapan sungai di beberapa kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Utara, Andi Amriampa, melalui Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltara, Rony Haryanto, menyampaikan bahwa wilayah terdampak paling signifikan berada di Kecamatan Sembakung dan Lumbis.
“Data sementara dari pos-pos BPBD kecamatan menunjukkan ratusan rumah warga terdampak banjir, terutama di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, dengan total 93 rumah, 136 kepala keluarga, dan 458 jiwa terdampak,” ujar Rony dalam laporan Pusdalops PB.
Selain Desa Atap, banjir juga merendam sejumlah desa lain seperti Tagul, Manuk Bungkul, Lubakan, dan Tujung. Di Kecamatan Lumbis, banjir dilaporkan menggenangi rumah warga di Desa Lubok Buat, Katul, Liuk Bulu, dan Binanun dengan perkiraan sekitar 300 unit rumah terdampak.
Sementara itu, di Kecamatan Sebuku, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Sebuku terpantau terus meningkat dan mulai memasuki permukiman warga Desa Kunyit akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.
Fasilitas Umum Ikut Terdampak
Banjir juga berdampak pada berbagai fasilitas umum di Kecamatan Sembakung, antara lain pos pemadam kebakaran, balai pertemuan umum, gedung olahraga, kantor KUA, Koramil, kantor PLN, sekolah dasar hingga sekolah menengah, puskesmas pembantu, posyandu, masjid, serta kantor pertanian.
“BPBD terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” jelas Rony.
Kondisi Cuaca dan Tinggi Muka Air
Berdasarkan pantauan cuaca BMKG pada pukul 12.00 Wita, cuaca di wilayah Nunukan terpantau cerah berawan dengan suhu 29 derajat Celsius dan kelembaban udara 71 persen. Namun, kondisi perairan Kalimantan Utara berada pada status waspada dengan tinggi gelombang laut sedang hingga 2,4 meter.
Adapun Tinggi Muka Air Sungai Sembakung di Desa Atap tercatat mencapai 4,40 meter atau mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya. BPBD mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air sungai.
BPBD Siaga 24 Jam
BPBD Kabupaten Nunukan melalui Pusdalops PB terus melakukan monitoring 24 jam, menerima dan menganalisis laporan dari pos kecamatan, serta menyampaikan informasi kebencanaan secara rutin ke BPBD Provinsi Kalimantan Utara dan BNPB.
“Masyarakat di daerah rawan banjir kami imbau tetap waspada dan segera melapor ke BPBD apabila terjadi kondisi darurat,” tutup Rony.




