WARTA, TANJUNG SELOR – Atmosfer kompetisi Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara (Kaltara) mulai membakar semangat di Kabupaten Bulungan. Hal ini ditandai dengan tibanya Kirab Obor Porwada II di Tanjung Selor, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bulungan, para pengurus, serta atlet yang bersiap berlaga di Kabupaten Nunukan pada Juli mendatang.
Kedatangan obor suci ini menjadi simbol resmi dimulainya perjuangan kuli tinta Bulungan dalam pesta olahraga wartawan tingkat provinsi. Ajang bergengsi ini akan mempertemukan insan pers terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Bumi Benuanta.
Diarak Meriah Menyusuri Jantung Kota
Setibanya di Tanjung Selor, obor Porwada II langsung diarak oleh kontingen PWI Bulungan menyusuri sejumlah ruas jalan utama kota. Pawai berlangsung meriah dan penuh dinamika. Sorak-sorai para atlet dan pendukung yang memberikan suntikan moral membuat suasana kota berubah menjadi panggung penuh semangat.
Usai diarak, obor tersebut diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) Bulungan, Iwan Sugianta.
Dalam sambutannya, Iwan menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan energi luar biasa yang ditunjukkan insan pers Bulungan. Menurutnya, Porwada bukan sekadar panggung kompetisi, melainkan wadah pemersatu.
”Pemerintah Kabupaten Bulungan tentu memberikan dukungan penuh kepada kontingen PWI Bulungan. Kami berharap para atlet bisa bertanding dengan penuh semangat, menjaga kekompakan, dan membawa pulang prestasi yang membanggakan untuk daerah,” ujar Iwan.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif wartawan dalam ajang olahraga ini membuktikan bahwa profesi pers tidak hanya tajam dalam produk jurnalistik, tetapi juga memiliki mental kompetitif yang sehat di lapangan hijau maupun arena pertandingan.
Jaga Solidaritas dan Targetkan Prestasi Terbaik
Sementara itu, Ketua PWI Bulungan, Fathu Rizqil Mufid, menegaskan bahwa kirab obor ini menjadi momentum krusial untuk membakar motivasi seluruh anggota kontingen sebelum bertolak ke Nunukan.
”Kirab obor ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen, kebersamaan, dan kesiapan penuh PWI Bulungan. Ini adalah awal dari perjalanan perjuangan kami,” tegas pria yang akrab disapa Rizqi tersebut.
Menghadapi Porwada II, Rizqi menjelaskan bahwa PWI Bulungan telah melakukan persiapan matang, mulai dari seleksi kontingen hingga latihan intensif di berbagai cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan.
Meski optimis mampu bersaing di papan atas dan membawa pulang medali, Rizqi mengingatkan bahwa esensi utama dari Porwada adalah merajut silaturahmi.
”Target kami tentu memberikan hasil terbaik. Namun, yang jauh lebih penting adalah menjaga solidaritas, sportivitas, dan nama baik PWI Bulungan selama kompetisi berlangsung,” pungkasnya.




