WARTA, TANJUNG SELOR – Memasuki usia ke-14 tahun, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan perkembangan positif di sejumlah sektor pembangunan. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, demokrasi hingga kerukunan umat beragama, berbagai indikator mencerminkan kemajuan daerah yang terus berjalan.
Sejumlah capaian tersebut dipaparkan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltara, Dr. Ilham Zain, S.Sos., M.PA., saat memimpin apel pagi gabungan di Halaman Kantor Gubernur Kaltara, Senin (2/11/2026).
Ilham menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat selama 14 tahun perjalanan Provinsi Kaltara, termasuk di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zainal A. Paliwang dan Wakil Gubernur Ingkong Ala.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan II, ekonomi Kaltara tercatat tumbuh 4,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), kemudian meningkat menjadi 5,09 persen.
Menurut Ilham, pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5 hingga 7 persen menjadi modal penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan perkembangan yang positif dan menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya dari sisi ekonomi, kualitas pembangunan manusia juga menunjukkan perkembangan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltara tercatat mencapai 74,4, yang mencerminkan capaian pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.
Pada sektor demokrasi, Kaltara juga berhasil menempati peringkat kesembilan nasional dalam kategori high performance democracy atau demokrasi berkinerja tinggi.
Sementara itu, capaian menonjol terlihat pada aspek kerukunan masyarakat. Berdasarkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB), Kaltara menempati peringkat pertama nasional dengan skor 87,23.
Ilham menilai, kehidupan masyarakat yang harmonis serta kondisi daerah yang aman dan kondusif menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Stabilitas tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kaltara.
“Demokrasi dan kehidupan masyarakat yang harmonis menjadi modal penting bagi Kaltara. Situasi yang aman dan kondusif juga memberikan kepercayaan bagi investor untuk menanamkan modalnya,” jelasnya.
Di sisi lain, penguatan ekonomi daerah juga diarahkan melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ilham menyebutkan, Gubernur Kaltara memberikan perhatian terhadap pengembangan BUMD agar mampu mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Saat ini, Kaltara memiliki dua BUMD yang dinilai memiliki prospek pengembangan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan memperkuat sumber pendapatan daerah.
Adapun dari sisi stabilitas harga, inflasi Kaltara tercatat sebesar 2,56 persen. Angka tersebut dinilai masih dalam kondisi terkendali sehingga perlu terus dijaga agar tidak mengganggu daya beli masyarakat.
Ilham berharap, berbagai capaian selama 14 tahun perjalanan Kaltara tidak hanya menjadi catatan keberhasilan, tetapi juga pemacu semangat untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi, menggerakkan ekonomi, menjaga demokrasi, serta merawat kerukunan sebagai modal membangun Kaltara yang lebih maju.
“Harapan saya, capaian yang sudah kita raih ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk semakin bersemangat menggerakkan ekonomi, memperkuat kehidupan demokrasi, menjaga keharmonisan, dan terus membangun Kaltara menjadi lebih baik,” pungkasnya




