spot_img
More
    spot_img

    Tambah Rumah Adat Tidung dan Dayak, Gubernur Siapkan Anjungan Kaltara Jadi Etalase Budaya dan Investasi

    WARTA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan pengembangan Anjungan Kaltara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai pusat promosi budaya, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta potensi investasi daerah.

    Langkah ini dilakukan melalui rencana penambahan rumah adat Tidung dan Dayak untuk melengkapi rumah adat Bulungan yang telah tersedia. Ketiganya direncanakan berada dalam satu kawasan terpadu yang merepresentasikan kekayaan budaya masyarakat Kaltara.

    Rencana tersebut mendapat dukungan manajemen TMII dalam audiensi Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

    Gubernur Zainal mengatakan, pengembangan anjungan tidak sekadar menambah bangunan fisik, tetapi juga memperkuat peran Kaltara dalam memperkenalkan identitas, kekayaan budaya, dan potensi ekonomi daerah kepada masyarakat luas.

    “Manajemen TMII menyepakati dan mendukung penuh penyediaan lahan untuk rencana pengembangan Anjungan Kaltara, termasuk penambahan dua rumah adat Tidung dan Dayak dalam satu kawasan terpadu bersama rumah adat Bulungan yang sudah ada,” ujar Zainal.

    Menurutnya, keberadaan tiga rumah adat tersebut akan memberikan gambaran lebih lengkap tentang keberagaman budaya yang tumbuh di Kaltara. Anjungan diharapkan menjadi ruang edukasi bagi pengunjung untuk mengenal tradisi, sejarah, seni, dan kehidupan masyarakat di Bumi Benuanta.

    Tak Hanya Budaya, UMKM dan Investasi Ikut Dipromosikan

    Selain memperkuat identitas budaya, Pemprov Kaltara ingin menjadikan anjungan sebagai sarana promosi ekonomi daerah. Produk UMKM lokal, potensi unggulan kabupaten/kota, serta peluang investasi akan diperkenalkan melalui berbagai kegiatan yang digelar secara berkelanjutan.

    Gubernur menyebut, anjungan perlu dihidupkan dengan agenda promosi yang lebih beragam, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, pameran produk UMKM, hingga penambahan koleksi benda seni, sejarah, dan budaya Kaltara.

    Baca Juga:  Kejurprov Pencak Silat Remaja 2025 Dibuka, Datu Iqro Harapkan Lahir Bibit Unggul Atlet Kaltara

    “Kami ingin anjungan ini semakin aktif dengan berbagai kegiatan promosi. Produk UMKM dan koleksi seni, sejarah, serta budaya Kaltara juga perlu diperbanyak agar semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.

    Dengan kegiatan yang lebih aktif, Anjungan Kaltara diharapkan tidak hanya menjadi tempat kunjungan wisata, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, promosi produk lokal, dan penjajakan kerja sama bisnis.

    Libatkan Kabupaten/Kota dan Diaspora Kaltara

    Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemprov Kaltara akan memperkuat koordinasi melalui Badan Penghubung (Banhub) Kaltara bersama perangkat daerah teknis, pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat diaspora Kaltara yang berada di Jakarta.

    Kolaborasi lintas pihak diperlukan agar pengembangan anjungan mampu menampilkan potensi daerah secara menyeluruh, sekaligus memastikan kegiatan promosi berjalan secara konsisten.

    Keterlibatan pemerintah kabupaten/kota juga diharapkan membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM dan komunitas seni budaya untuk memperkenalkan produk serta karya mereka kepada pengunjung dari berbagai daerah.

    Melalui pengembangan ini, Pemprov Kaltara berharap Anjungan Kaltara di TMII semakin dikenal sebagai etalase daerah yang mempertemukan pelestarian budaya dengan promosi ekonomi.

    Keberadaan rumah adat Tidung, Dayak, dan Bulungan dalam satu kawasan diharapkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat identitas Kaltara di tingkat nasional. Pada saat yang sama, promosi UMKM dan investasi diharapkan membuka peluang pasar serta kerja sama baru yang berdampak bagi perekonomian daerah.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU