Upaya tersebut diwujudkan melalui inovasi Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI KALTARA) yang kini telah menuntaskan tahapan jangka pendek.
Sekretaris Daerah (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., memaparkan capaian tersebut dalam Seminar Implementasi Proyek Perubahan yang berlangsung di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, Selasa (1/9).
Pada tahap awal, sejumlah fondasi penting SINERGI KALTARA telah berhasil dibangun. Di antaranya pembentukan Forum Koordinasi Multipihak (FKM), pemetaan kebutuhan industri, pembangunan platform digital, penerbitan regulasi kemitraan, hingga penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Kaltara dengan PT KIPI dan PT PKN.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan geliat investasi di Kaltara turut menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Melalui SINERGI KALTARA, UMKM akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri, mulai dari penyediaan barang dan jasa hingga pengembangan produk yang sesuai dengan standar dan kebutuhan rantai pasok.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., selaku Mentor proyek perubahan, menegaskan komitmen Pemprov Kaltara untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, kehadiran investasi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
“SINERGI KALTARA menjadi langkah nyata untuk menghubungkan potensi lokal dengan pertumbuhan industri. Kita ingin investasi yang masuk ikut meningkatkan kesejahteraan UMKM Kaltara,” tegas Zainal.
Seminar tersebut turut dihadiri Dr. Ir. Robinson Hasoloan Sinaga, S.H., LL.M., selaku Coach dan Dr. Andi Taufik, M.Si., sebagai narasumber.
Denny menegaskan, penyelesaian tahap awal bukanlah akhir dari SINERGI KALTARA. Program selanjutnya akan difokuskan pada peningkatan kesiapan UMKM agar benar-benar mampu bersaing dan memenuhi standar industri.
Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain penguatan kapasitas dan sertifikasi produk UMKM, perluasan platform digital, serta pengembangan kerja sama dengan perusahaan yang berada di kawasan ekonomi Kaltara.
Pendampingan UMKM juga akan diperluas, mencakup peningkatan kualitas produk, kemasan, manajemen usaha, digitalisasi, hingga akses pembiayaan.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Kaltara akan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan, perguruan tinggi dan asosiasi dunia usaha.
“Melalui SINERGI KALTARA, kami ingin memastikan UMKM Kaltara tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku utama yang berdaya saing dalam rantai pasok industri global,” ujar Denny.
Ke depan, SINERGI KALTARA diharapkan mampu menjadi jembatan antara potensi ekonomi lokal dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Tak hanya memperluas peluang UMKM, program ini juga diarahkan menjadi salah satu model pengembangan ekonomi daerah yang inklusif, terintegrasi dan berdaya saing.




