WARTA, MALINAU – Upaya pemerataan akses listrik di wilayah pedalaman Kalimantan Utara kembali menunjukkan hasil positif. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) terus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan listrik hingga ke desa-desa terpencil.
Komitmen tersebut ditandai dengan penyalaan listrik di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, yang diresmikan secara simbolis pada 26 Juni 2026. Kehadiran listrik di desa tersebut menjadi tonggak penting dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman.
Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, menegaskan listrik bukan sekadar kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga fondasi bagi kemajuan pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga transformasi pelayanan publik berbasis digital.
“Listrik merupakan kebutuhan prioritas masyarakat. Dalam mewujudkan Smart Government, pelayanan publik harus berjalan cepat, terintegrasi, dan berbasis digital. Semua itu membutuhkan dukungan listrik yang memadai,” ujar Wempi, Selasa (30/6).
Menurutnya, pembangunan jaringan listrik menuju Desa Tanjung Nanga bukanlah pekerjaan yang mudah. Berbagai tantangan geografis hingga koordinasi lintas sektor harus dilalui sebelum masyarakat akhirnya dapat menikmati aliran listrik.
“Kami menjadi saksi bagaimana insan PLN bekerja keras menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan. Hari ini perjuangan itu telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PLN,” katanya.
Wempi menjelaskan, Kabupaten Malinau memiliki luas wilayah sekitar 34 ribu kilometer persegi dengan sebaran permukiman yang berjauhan. Kondisi tersebut menjadikan pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, PLN, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Di Desa Tanjung Nanga, proses pembangunan jaringan juga memerlukan koordinasi khusus karena sebagian jalur berada di kawasan aktivitas pertambangan.
“Puji Tuhan, Alhamdulillah, masyarakat Desa Tanjung Nanga kini dapat menikmati listrik seperti daerah lainnya. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak desa di Malinau yang memperoleh layanan listrik,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau yang dinilai berperan besar dalam mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah pedalaman.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah melalui koordinasi, fasilitasi, hingga penyelesaian berbagai kendala di lapangan menjadi faktor penting keberhasilan program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malinau yang terus mendampingi proses pembangunan listrik di Desa Tanjung Nanga. Sinergi ini menjadi modal penting bagi PLN untuk terus memperluas akses listrik hingga pelosok Kalimantan Utara,” kata Chaliq.
Ia menegaskan, pembangunan kelistrikan di wilayah terpencil tidak dapat dilakukan oleh PLN sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati manfaat listrik sebagai penggerak pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup.
Dengan bertambahnya desa yang menikmati layanan listrik, PLN berharap pemerataan energi di Kalimantan Utara semakin cepat terwujud dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif hingga ke wilayah terluar.




