WARTA, TANJUNG SELOR — Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Idham Chalid Darmawan, memastikan bahwa Bandara Internasional Juwata Tarakan bersiap membuka kembali penerbangan internasional mulai tahun depan, sesuai regulasi terbaru KM 37/2025.
“Bandara Juwata direncanakan akan melayani dua rute internasional utama pada tahap awal, yaitu menuju Tawau dan Kota Kinabalu (KK) di Malaysia. Sementara rute ke Tawitawi, Filipina, akan menyusul pada tahap berikutnya,” ujar Idham, Senin (1/12/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa dua maskapai telah menunjukkan minat besar untuk membuka rute tersebut, yakni AirAsia dan Air Borneo—maskapai yang menjadi penerus MasWings.
“Maskapai sudah menyatakan kesiapan, namun izin operasional dari instansi terkait masih harus dirampungkan,” jelasnya.
Idham menegaskan bahwa pembukaan rute internasional ini tidak hanya berfokus pada mobilitas penumpang, tetapi juga sangat penting untuk layanan kargo. Terutama bagi komoditas unggulan perikanan (marine product) yang selama ini menjadi andalan ekspor Kaltara.
Selama ini, produk perikanan segar dari Kaltara harus melalui jalur panjang—dikirim ke Balikpapan, kemudian diteruskan ke Surabaya—sebelum akhirnya menuju pasar Eropa dan Amerika Serikat (USA).
“Dengan adanya penerbangan internasional langsung dari Tarakan, kita berharap rantai pasok menjadi lebih efisien dan cepat. Ini akan meningkatkan daya saing komoditas Kaltara di pasar global,” tegasnya.
Pemerintah menargetkan layanan internasional dari Tarakan dapat mulai beroperasi pada 2026, dimulai dari rute ke Tawau dan Kota Kinabalu.
“Semoga seluruh proses perizinan bisa berjalan lancar sehingga penerbangan internasional dari Tarakan dapat terwujud paling lambat tahun depan,” pungkas Idham. (*)




