WARTA, TANJUNG SELOR – Momentum penguatan peran spiritual di Kalimantan Utara resmi bergulir. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kaltara, H. Datu Iqro Ramadhan, membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus melantik pengurus wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kaltara di Ballroom Hotel Pangeran Khar, Sabtu (14/2).
Dalam sambutannya yang inspiratif, Datu Iqro menegaskan bahwa sosok imam memiliki bobot tanggung jawab yang besar di luar mihrab masjid.
”Imam adalah pembimbing umat dan teladan hidup. Perannya sangat krusial dalam menjaga nilai moral dan merajut persatuan di tengah masyarakat,” tegas Datu Iqro.
Menjawab Tantangan Zaman
Di era digital yang penuh dinamika, Datu Iqro berpesan agar para imam tidak sekadar menjadi figur tradisional, tetapi juga komunikator yang ulung. Beliau menyoroti beberapa poin penting untuk kepengurusan IPIM yang baru:
- Dakwah yang Menyejukkan: Menyampaikan pesan-pesan moderat yang mampu mendinginkan suasana.
- Inovasi Program: Menyusun agenda yang menjawab kebutuhan riil umat, khususnya pembinaan generasi muda.
- Pusat Peradaban: Mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan akhlak dan sosial, bukan sekadar tempat ibadah ritual.
Sinergi untuk Kaltara Beradab
Datu Iqro juga mendorong adanya peningkatan kapasitas imam, mulai dari kemampuan komunikasi hingga kepemimpinan sosial. Ia berharap IPIM Kaltara dapat berjalan beriringan dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan visi Kaltara yang religius, harmonis, dan sejahtera.
”Masjid harus menjadi pusat pendidikan akhlak sekaligus pemersatu umat. Saya berharap pengurus yang baru dilantik menjalankan amanah ini dengan integritas tinggi,” pungkasnya.




