NUNUKAN – Suasana senja di perairan Muara Sungai Sei Banjar yang biasanya tenang berubah menjadi mencekam. Sebuah kapal longboat yang sarat muatan rumput laut dilaporkan terbalik diterjang arus pada Senin sore, 12 Januari 2026. Hingga Selasa (13/1), tim SAR gabungan masih berjibaku melawan ombak demi menemukan dua korban yang hilang.
Detik-Detik Insiden Mencekam
Peristiwa ini bermula saat tiga nelayan lokal sedang dalam perjalanan pulang setelah memanen rumput laut di sekitar Sungai Pattukul menuju Nunukan. Sekitar pukul 17.10 WITA, diduga karena beban muatan yang penuh dan kondisi arus muara yang kuat, kapal yang mereka tumpangi kehilangan keseimbangan dan terbalik di koordinat — .
Dari tiga orang di atas kapal, satu orang berhasil menyelamatkan diri dari maut, sementara dua lainnya hilang terseret arus laut yang kencang.
Identitas Korban
Berdasarkan data dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Tarakan, berikut adalah identitas para korban yang semuanya merupakan warga Jalan Lingkar, Nunukan:
-
Pak Dayang (60): Selamat dan telah dievakuasi.
-
Amir (53): Dalam pencarian.
-
Pandi (30): Dalam pencarian.
Operasi SAR Besar-besaran di Hari Kedua
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, melalui Kasi Operasi Dede Hariana, menjelaskan bahwa laporan pertama kali diterima dari Ibu Salma (istri salah satu korban) pada Senin malam. Sejak saat itu, tim langsung bergerak melakukan pencarian awal meski di tengah kegelapan malam.
“Lokasi kejadian cukup terbuka dan berhadapan langsung dengan arus laut. Ini membutuhkan kewaspadaan tinggi dari tim di lapangan,” ujar Dede Hariana.
Pada Selasa pagi (13/1), operasi SAR memasuki hari kedua (H2) dengan skala yang lebih besar. Tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Nunukan, Brimob, Polairud Polres Nunukan, hingga pihak keluarga dan masyarakatdikerahkan ke lokasi.
Alat Utama (Alut) yang Dikerahkan:
-
Rescue Car Carrier
-
Rescue Buoyancy Boat
-
Dua unit Rubber Boat (perahu karet)
-
Peralatan medis dan komunikasi lengkap.
Cuaca Berawan, Pencarian Diperluas
Meski cuaca di perairan Nunukan Barat dilaporkan berawan, tim SAR tidak menurunkan intensitas pencarian. Pola penyisiran kini diperluas ke empat titik koordinat strategis untuk mengantisipasi pergerakan korban yang mungkin terbawa arus lebih jauh ke arah laut lepas.
“Kami berkomitmen melaksanakan operasi SAR secara profesional dan maksimal sampai seluruh korban berhasil ditemukan,” tegas Dede.




