spot_img
More
    spot_img

    Kritik Anggota DPRD Kaltara, Arming S.H ke Pertamina : Pertashop Jadi “Sampah” dan Kelangkaan BBM di Perbatasan

    WARTA, TARAKAN, Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Arming, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait karut-marut distribusi energi di Kalimantan Utara, khususnya di wilayah Kabupaten Nunukan dan Sebatik. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja monitoring ketersediaan BBM menjelang Idulfitri 1447 H di Kantor Fuel Terminal (FT) Pertamina Tarakan.

    Di tengah persiapan masyarakat menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Komisi III DPRD Provinsi Kaltara membawa tumpukan keresahan dari pelosok perbatasan. Arming SH, anggota fraksi PDI Perjuangan, tidak lagi berbicara soal angka statistik, melainkan tentang realita miris yang ia temui saat berkeliling di wilayah Sebatik hingga Kabudaya.

    Matinya Harapan di Sudut Pertashop
    ​Beberapa tahun lalu, kehadiran Pertashop disambut dengan angan-angan besar: modal kecil, keuntungan stabil, dan energi yang mendekat ke desa. Namun kini, bagi Arming, pemandangan di wilayah Bambangan (Pulau Sebatik) hingga Sedadap adalah sebuah ironi.

    ​”Saya miris, orang sekarang (Pertashop) jadi sampah,” cetus Arming dengan nada kecewa. Bangunan yang seharusnya menjadi urat nadi distribusi BBM itu kini justru terbengkalai, mati suri, dan tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.

    Harapan masyarakat untuk mendapatkan akses energi yang mudah seolah rongsok bersama fisik bangunan yang tak lagi terurus.Luka di Wilayah Kabudaya
    ​Persoalan energi ini semakin terasa mencekik di wilayah Kabudaya, Kabupaten Nunukan. Dengan bentang alam yang mencakup 9 kecamatan dan dihuni hampir 60.000 jiwa, kelangkaan BBM adalah tamu tak diundang yang rutin datang.

    Arming menepis anggapan bahwa pasokan di sana aman-aman saja. Faktanya, warga sering kali harus “mengungsi” ke Malinau hanya untuk mendapatkan literan BBM demi menyambung aktivitas ekonomi mereka. Di Nunukan sendiri, kehadiran Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) belum menjadi solusi permanen. Saat pasokan datang, antrean panjang langsung mengular, namun hanya dalam hitungan hari, pintu-pintu penyalur itu kembali tertutup rapat.

    Baca Juga:  Hadiri Mubes VII PDKT, Wagub Ajak Masyarakat Dayak Jaga Persatuan dan Dukung Pembangunan

    Tanda Tanya untuk Pertamina
    ​”Saya tidak paham apa persoalan Pertamina ini,” ungkap Arming. Ketidakpahaman ini mewakili suara hati ribuan warga Kaltara yang hingga kini masih harus berjibaku dengan kelangkaan gas Elpiji dan mahalnya akses BBM.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU