spot_img
More
    spot_img

    Kaltara Masuk 6 Besar Nasional Tingkat Gemar Membaca

    WARTA, TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang literasi. Berdasarkan capaian nasional tahun 2023, provinsi termuda di Indonesia ini berhasil menempati peringkat keenam tingkat kegemaran membaca secara nasional.

    Capaian tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi masyarakat Kaltara terus menunjukkan tren positif di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

    Kepala Bidang Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, Suwarsono, mengatakan posisi tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat.

    “Alhamdulillah, berdasarkan data yang ada, Kaltara berhasil masuk enam besar nasional dalam tingkat kegemaran membaca. Ini menjadi capaian yang membanggakan sekaligus tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan budaya literasi masyarakat,” ujarnya.

    Menurut Suwarsono, berbagai program literasi yang dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil positif. Meski demikian, DPK Kaltara tidak ingin berpuas diri dan terus berupaya meningkatkan angka minat baca di seluruh kabupaten dan kota.

    Salah satu program yang dinilai memberikan dampak signifikan adalah Festival Literasi yang rutin melibatkan pelajar, komunitas, pegiat literasi, hingga masyarakat umum. Melalui kegiatan tersebut, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi, edukasi, dan kreativitas.

    “Festival literasi menjadi salah satu sarana efektif untuk mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan. Semakin banyak masyarakat yang datang dan memanfaatkan layanan perpustakaan, semakin besar peluang tumbuhnya budaya membaca,” katanya.

    Selain itu, DPK Kaltara juga terus mengembangkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini mendorong perpustakaan bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan pendidikan.

    Melalui pendekatan tersebut, perpustakaan tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat menyimpan koleksi buku, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mendukung peningkatan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat.

    Baca Juga:  Kejati Geledah Kantor Dinas PUPR Perkim Kaltara

    “Perpustakaan harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Selain membaca, masyarakat juga dapat memperoleh pengetahuan baru, mengembangkan keterampilan, bahkan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif,” jelas Suwarsono.

    DPK Kaltara optimistis capaian literasi daerah akan terus meningkat seiring bertambahnya fasilitas perpustakaan, pengembangan perpustakaan digital, serta dukungan berbagai program literasi yang menjangkau hingga tingkat desa dan komunitas.

    Ke depan, penguatan budaya membaca diharapkan menjadi salah satu modal utama dalam menyiapkan generasi muda Kaltara yang cerdas, kreatif, dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU