spot_img
More
    spot_img

    Arah Baru Pertanian Nunukan: Wujudkan Kampung Hortikultura dan Hilirisasi Produk Lokal

    WARTA, NUNUKAN— Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai mengimplementasikan arah kebijakan baru di sektor pertanian yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan, pengembangan kampung hortikultura, dan hilirisasi produk lokal. Langkah ini menjadi bagian dari pelaksanaan 17 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Nunukan.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Nunukan, Muhtar, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa kebijakan baru ini merupakan kelanjutan dari visi kepala daerah yang menekankan transformasi sektor pertanian menuju kemandirian dan kesejahteraan petani.

    “Sekarang kita dorong pembentukan kampung hortikultura dan pengolahan hasil pertanian menjadi produk jadi. Petani tidak hanya menanam, tapi juga mengolah hasilnya,” ujar Muhtar, Senin (28/10).

    Program Kampung Hortikultura telah berjalan di sejumlah wilayah. Di Nunukan Selatan, dikembangkan komoditas semangka, melon, dan jagung manis; di Krayan, fokus pada pengembangan nanas; sementara di Sebatik, diarahkan pada pengolahan cokelat.

    “Di Krayan kita sudah siapkan mesin pengolahan nanas menjadi selai. Sedangkan di Sebatik, mesin pengolahan cokelat sudah bisa menghasilkan cokelat batangan dan bubuk,” ungkapnya.

    Langkah hilirisasi ini diharapkan memberi nilai tambah bagi petani sehingga tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah.“Kita ingin petani bisa naik kelas. Itulah bentuk pemberdayaan yang sebenarnya,” tegas Muhtar.

    Selain hortikultura, Dinas juga menjalankan program penguatan palawija dan padi hibrida. Sejumlah daerah di Nunukan kini telah berhasil melakukan tanam hingga tiga kali dalam setahun.

    “Kita sudah tanam padi satu kali, dua kali, bahkan ada yang tiga kali setahun. Sekarang fokus mengembangkan padi hibrida yang masa tanamnya hanya empat bulan,” jelasnya.

    Muhtar juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk DPRD Nunukan dan TNI AU, yang turut membantu distribusi alat dan bibit ke wilayah perbatasan.

    Baca Juga:  BPBD Kaltara Terima Bantuan Sembako dari LMND untuk Korban Bencana

    “Ada anggota DPRD yang bantu pengiriman mesin tanam ke Krayan. Bahkan Angkatan Udara Tarakan siap bantu transportasi udara untuk mengangkut alat pertanian,” katanya.

    Dengan arah kebijakan baru ini, Muhtar optimistis Nunukan dapat menjadi contoh daerah pertanian modern di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

    “Tujuan kita jelas: petani harus maju, mandiri, dan sejahtera. Kita bekerja bukan hanya untuk menggugurkan program, tapi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani,” pungkasnya.(Hyt/REDAKSI)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU