Peluncuran SINERGI Kaltara menjadi langkah strategis Pemprov untuk memastikan pertumbuhan kawasan industri, khususnya Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi, turut memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha daerah. Kawasan industri seluas sekitar 10.100 hektare tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengatakan pemerintah kini tidak lagi menunggu investor mencari potensi daerah. Sebaliknya, Pemprov mengambil langkah proaktif dengan mendatangi pengelola kawasan industri untuk memetakan kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh UMKM lokal.
“Kami mengajak seluruh investor dan pengembang kawasan untuk membuka ruang kolaborasi bersama UMKM Kaltara. Melalui SINERGI Kaltara, pemerintah siap menjembatani kebutuhan industri dengan kemampuan pelaku usaha lokal secara lebih terukur dan profesional,” ujar Denny.
Menurutnya, perubahan pola tersebut menjadi kunci agar UMKM memiliki peluang yang lebih besar menjadi bagian dari rantai pasok industri.
“Kita balik polanya. Pemerintah datang ke investor dan bertanya apa kebutuhan kawasan industri. Tugas kami adalah menyiapkan UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut melalui sistem yang terintegrasi,” tegasnya.
Denny menjelaskan, SINERGI Kaltara telah dikembangkan sebagai platform digital terpadu yang mempertemukan sisi permintaan (demand) perusahaan dengan pasokan (supply) produk dan jasa dari UMKM. Melalui sistem ini, berbagai aspek seperti spesifikasi produk, legalitas usaha, standar kualitas, hingga transparansi harga dapat dikelola secara lebih profesional.
Untuk memperkuat implementasi program, Pemprov Kaltara juga tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub)dan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai dasar hukum kemitraan antara pelaku industri dan UMKM.
Selain itu, pemerintah membentuk forum pendampingan yang bertugas membantu pelaku usaha dalam pengurusan legalitas, peningkatan kualitas produk, sertifikasi, hingga pengembangan desain kemasan agar mampu memenuhi standar kebutuhan industri.
UMKM yang telah terverifikasi dalam sistem nantinya akan memperoleh pengakuan sebagai mitra yang memenuhi standar industri, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kaltara.
“Bagi UMKM, ini kesempatan besar untuk naik kelas. Bagi investor, ini memberikan kepastian pasokan lokal yang lebih cepat, efisien, dan sesuai standar. Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan,” kata Denny.
Lebih jauh, ia menilai SINERGI Kaltara tidak hanya membuka akses pasar domestik, tetapi juga menjadi pintu bagi produk-produk unggulan daerah untuk menembus pasar internasional seiring meningkatnya aktivitas industri dan ekspor di Kalimantan Utara.
Pemprov optimistis integrasi antara pemerintah, investor, dan UMKM melalui platform tersebut akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, mempercepat perputaran ekonomi daerah, meningkatkan daya saing usaha lokal, sekaligus memperluas manfaat investasi bagi masyarakat.
Melalui dinas teknis sebagai leading sector, pemerintah saat ini juga terus melakukan sosialisasi dan pendataan UMKM potensial agar semakin banyak pelaku usaha yang bergabung dalam ekosistem SINERGI Kaltara.
“Kami mengundang seluruh pelaku UMKM untuk bergabung dalam SINERGI Kaltara. Mari kita bangun ekosistem usaha yang kuat bersama pemerintah, investor, dan pengembang kawasan demi kemajuan ekonomi Kaltara,” pungkas Denny.




