WARTA, TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Kalimantan Utara, Achmad Djufrie, mengikuti kegiatan Retret Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia di Lembah Tidar, kompleks Akademi Militer, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu diikuti sekitar 500 pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia, mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Retret ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.
Achmad Djufrie menilai keikutsertaannya dalam program tersebut sangat penting, terutama di tengah dinamika pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, peningkatan wawasan kebangsaan dan penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami memperdalam perspektif kepemimpinan sekaligus memperkuat sinergi pusat dan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, bagi daerah seperti Kalimantan Utara yang masih menghadapi sejumlah tantangan strategis, kolaborasi yang solid dengan pemerintah pusat sangat diperlukan guna mempercepat pembangunan.
Program KPPD sendiri dirancang untuk meningkatkan pemahaman pimpinan legislatif terkait ketahanan nasional serta peran konstitusional DPRD. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan terbangun sinkronisasi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Achmad juga berharap, hasil dari retret ini dapat memperkuat kapasitas kelembagaan DPRD Kaltara dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat.
“Harapannya, kami bisa semakin optimal dalam mengawal kepentingan masyarakat dan menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kaltara,” pungkasnya.




