spot_img
More
    spot_img

    Tekan Kasus HIV, Dinkes Kaltara Gencarkan Edukasi dan Perluas Layanan Pengobatan

    WARTA, TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berkomitmen menekan angka penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) di wilayahnya. Berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari edukasi, penguatan layanan kesehatan, hingga peningkatan akses pengobatan bagi masyarakat yang terdampak.

    Kepala Dinkes Kaltara, Usman, SKM., M.Kes, mengatakan upaya pencegahan dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai pendekatan.

    “Kami terus berupaya mengurangi penyebaran HIV dan dampaknya di masyarakat, terutama di daerah dengan kasus tertinggi. Edukasi mengenai seks aman, penggunaan jarum suntik steril bagi pengguna narkoba suntik, serta penyediaan fasilitas tes HIV di layanan kesehatan menjadi fokus utama kami,” ujarnya, Minggu (19/10/2025).

    Selain itu, Dinkes Kaltara juga gencar meningkatkan penemuan kasus di kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, dan waria, serta mencegah penularan HIV dari ibu ke bayi.

    Usman menjelaskan, penanganan HIV memerlukan kerja lintas sektor yang kuat, termasuk sinergi dengan program lain seperti TBC, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Hepatitis.

    “Kami memperkuat kolaborasi antarprogram dan lintas sektor, meningkatkan pembiayaan penanggulangan HIV/AIDS, serta memperluas peran komunitas dan LSM dalam edukasi dan pendampingan,” katanya.

    Dinkes Kaltara juga telah membentuk 55 layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) di berbagai daerah. Layanan ini menyediakan terapi Anti Retro Viral (ARV) bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), serta melakukan pemeriksaan viral load (VL) untuk memantau jumlah virus dalam darah dan memastikan pengobatan yang tepat.

    “Pengobatan ARV sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh ODHA agar dapat mencegah infeksi oportunistik seperti TBC, diare, dan meningitis. Kami memastikan obat dan alat kesehatan tersedia secara merata,” jelas Usman.

    Baca Juga:  DPRD Nunukan Perkuat Pencegahan TPPO, Ustania Soroti Rawan Perdagangan Orang di Perbatasan RI–Malaysia

    Selain memperkuat layanan, Dinkes juga memperluas kampanye bahaya HIV/AIDS, narkotika, dan seks bebas di lingkungan pendidikan formal maupun non-formal.

    “Kuncinya ada pada edukasi dan kesadaran bersama. Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu, tapi juga berani melakukan langkah pencegahan,” tegasnya.

    Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Kaltara menargetkan angka penularan HIV terus menurun setiap tahunnya, sejalan dengan upaya mewujudkan Kaltara Sehat dan Bebas HIV/AIDS.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU