WARTA, KENDARI — Jambore Tangguh Bencana Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 berlangsung meriah dan penuh semangat kolaboratif. Kegiatan ini dibuka melalui Apel Siaga Tangguh Bencana yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., serta dihadiri unsur pentahelix, Forkopimda, dan delegasi kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

Provinsi Kalimantan Utara turut menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring penanggulangan bencana antarprovinsi. Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menugaskan dua perwakilan resmi untuk hadir, yaitu Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kaltara Dr. Andi Amriampa, S.Sos., M.Si., dan Kepala Dinas Kesehatan Kaltara Dr. H. Usman, S.KM., M.Kes.
Apel Siaga: Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Kolektif
Dalam arahannya, Sekda Sulawesi Tenggara mengingatkan bahwa penanggulangan bencana adalah kerja bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus menggandeng akademisi, pelaku usaha, komunitas/relawan, serta media. Ia mengapresiasi hadirnya delegasi dari berbagai provinsi, termasuk Kaltara, sebagai wujud soliditas nasional dalam membangun budaya sadar bencana.
Delegasi Kaltara Dorong Penguatan Kerja Sama Regional
Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Dr. Andi Amriampa, menegaskan bahwa Jambore Tangguh Bencana menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kapasitas relawan, memperkuat koordinasi lintas daerah, serta berbagi praktik terbaik dalam penanganan bencana di kawasan Indonesia Timur.
Sementara itu, Kadinkes Kaltara, Dr. H. Usman, menyoroti pentingnya kesiapan sektor kesehatan dalam seluruh fase penanggulangan bencana. Mulai dari penyediaan tenaga medis, kesiapsiagaan logistik, respons kedaruratan, hingga penguatan layanan kesehatan masyarakat ketika terjadi krisis.
Rangkaian Kegiatan Jambore: Belajar, Berlatih, dan Berkolaborasi
Kegiatan Jambore Tangguh Bencana 2025 menghadirkan berbagai agenda penting, antara lain:
-
Apel Siaga Tangguh Bencana
-
Latihan lapangan dan simulasi penanganan kebencanaan
-
Peningkatan kapasitas relawan
-
Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarprovinsi
-
Penguatan jejaring pentahelix untuk mitigasi bencana
Seluruh rangkaian berlangsung hangat dan dinamis, mencerminkan komitmen bersama membangun ketangguhan di tingkat daerah.
Perkuat Komitmen Ketangguhan Bencana Kawasan Timur Indonesia
Kehadiran delegasi Kaltara di Jambore ini diharapkan semakin mempererat kerja sama regional dalam mitigasi dan penanganan bencana, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di dua provinsi bertetangga: Kaltara dan Sulawesi Tenggara.
Jambore Tangguh Bencana 2025 menjadi penegas bahwa kolaborasi antardaerah adalah kunci mewujudkan Indonesia yang lebih siap, siaga, dan tangguh menghadapi ancaman bencana.




