WARTA, TANA TIDUNG – Pembangunan gedung baru Perpustakaan Daerah Tana Tidung bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga upaya menghadirkan ruang belajar inklusif bagi masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Yungkul, menyebutkan bahwa perpustakaan akan menjadi pusat kegiatan literasi, pelatihan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Perpustakaan kini tidak lagi hanya tempat menyimpan buku, tapi ruang belajar bersama dan tempat berbagi keterampilan,” katanya.
Rencananya, setelah rampung, perpustakaan akan rutin menggelar pelatihan beternak, pengolahan hasil pertanian, hingga kursus literasi digital dan anak-anak.
“Dengan begitu, pengetahuan yang didapat bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Yungkul.
Desain bangunan juga dibuat ramah anak dan disabilitas, dengan berbagai fasilitas pendukung seperti ruang baca interaktif, area bermain edukatif, serta ruang serbaguna untuk pelatihan masyarakat.
Yungkul berharap, perpustakaan ini dapat menjadi wadah tumbuhnya ide, kolaborasi, dan kreativitas warga Tana Tidung.
“Semoga ini menjadi pusat kegiatan produktif dan ruang bagi masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat,” pungkasnya.(SF/ADV)




