WARTA, NUNUKAN– Upaya peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan terus berlanjut. Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP), pemerintah daerah kembali memperkuat pembinaan bagi pelaku usaha di wilayah perbatasan.
Kepala Bidang UKM DKUKMPP Nunukan, Mardiana, S.STP, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya telah menggelar tiga kegiatan pembinaan yang berfokus pada peningkatan kompetensi dasar pelaku UMKM. Aspek yang menjadi perhatian utama yaitu penguatan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan.
“Pelatihan manajemen keuangan sederhana kami laksanakan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BI Kaltara dan TP PKK Kabupaten Nunukan. Kegiatannya sudah kami lakukan di dua lokasi, yaitu Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan,” ujar Mardiana, Jumat (21/11/2025).
Sebagai tindak lanjut, DKUKMPP akan menyelenggarakan pelatihan digital marketing pada 25 November 2025. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM generasi muda, terutama dari kalangan Gen Z dan milenial, yang menjadi motor dalam transformasi usaha berbasis digital.
“Pelatihan pemasaran digital ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menyiapkan pelaku UMKM menghadapi perubahan pola konsumsi dan perkembangan teknologi. Mereka harus siap bersaing di pasar yang kini didominasi platform digital,” tambahnya.
Selain itu, DKUKMPP juga menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para nasabah PNM. Program tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM yang telah menerima akses pembiayaan.
“Kerja sama ini memastikan pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan usahanya dengan baik,” jelas Mardiana.
Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembinaan merupakan komitmen Pemkab Nunukan dalam memperkuat kemandirian serta meningkatkan daya saing UMKM.
“Pemerintah daerah akan terus menghadirkan program-program pendampingan. Harapan kami, pelaku UMKM di Nunukan semakin kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” tutupnya. (*)




