WARTA, TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan pembangunan dan revitalisasi sekolah tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga harus menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
Komitmen tersebut ditunjukkan Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., saat melakukan monitoring pembangunan fasilitas pendidikan di SMK Negeri 2 Tarakan dan SMA Negeri 4 Tarakan, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ingkong turun langsung melihat kondisi sejumlah fasilitas yang dibangun maupun direvitalisasi. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai perencanaan, memenuhi standar mutu, serta dapat menunjang aktivitas belajar mengajar secara optimal.
Di SMK Negeri 2 Tarakan, Wagub meninjau sejumlah ruang kelas yang telah dibangun serta fasilitas toilet sekolah. Ia memastikan sarana tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi siswa dan mendukung kelancaran kegiatan pendidikan.
Selanjutnya, rombongan menuju SMA Negeri 4 Tarakan untuk melihat pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ingkong menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang terserap atau laporan administrasi yang disampaikan. Lebih dari itu, hasil pekerjaan harus memiliki kualitas dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Melalui kunjungan ini, saya ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, memenuhi standar kualitas, dan benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Ingkong, pembangunan fasilitas pendidikan merupakan bagian penting dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltara.
Namun, ketersediaan gedung dan sarana sekolah yang memadai harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan begitu, fasilitas yang dibangun tidak hanya menjadi pelengkap infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong kreativitas, pengembangan potensi, dan prestasi siswa.
Ia pun meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara bersama pihak terkait terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh pekerjaan revitalisasi sekolah. Setiap tahapan pembangunan harus mengacu pada ketentuan serta standar mutu yang telah ditetapkan.
Ingkong juga mengingatkan kepala sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah agar memiliki kepedulian dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun. Pemeliharaan sarana pendidikan menjadi tanggung jawab bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, tenaga pendidik diharapkan terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan serta potensi masing-masing.
Hasil monitoring di SMK Negeri 2 dan SMA Negeri 4 Tarakan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pemprov Kaltara dalam mengawal pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Pemprov Kaltara berharap pembangunan fasilitas sekolah yang berkualitas dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman dan mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing.




