spot_img
More
    spot_img

    PWNU Kaltara Matangkan Regenerasi Kepemimpinan, Konfercab PCNU Bulungan dan Tanah Tidung Digelar Awal Juli

    WARTA, TANJUNG SELOR – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Utara mulai mematangkan proses regenerasi kepemimpinan organisasi. Pada pekan pertama Juli 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung dijadwalkan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk memilih kepengurusan baru sekaligus menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

    Ketua PWNU Kalimantan Utara, H. Alwan Saputra, S.Pi., M.M., menegaskan pelaksanaan Konfercab merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama, menyusul berakhirnya masa khidmat kepengurusan di kedua kabupaten tersebut.

    “Karena masa jabatan kepengurusan telah berakhir, maka pada minggu pertama Juli ini akan dilaksanakan Konfercab PCNU Kabupaten Bulungan di Tanjung Selor dan PCNU Kabupaten Tana Tidung di Tideng Pale,” ujarnya, Rabu (1/7).

    Menurut Alwan, PWNU Kaltara telah memberikan waktu kepada masing-masing PCNU untuk mempersiapkan seluruh tahapan konferensi secara matang agar pelaksanaannya berlangsung tertib, demokratis, dan sesuai mekanisme organisasi.

    Ia menegaskan, Konfercab bukan sekadar agenda memilih ketua baru, melainkan forum strategis untuk merumuskan arah perjuangan Nahdlatul Ulama di tingkat kabupaten dalam lima tahun mendatang.

    “Kami berharap konferensi ini melahirkan pemimpin yang mampu membawa NU di masing-masing daerah semakin maju, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat pelayanan kepada warga Nahdliyin,” katanya.

    Alwan menambahkan, proses Konfercab juga menjadi ruang bagi warga Nahdliyin untuk menyampaikan aspirasi dalam menentukan figur pemimpin yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen dalam membesarkan organisasi.

    Ia berharap ketua PCNU yang terpilih nantinya mampu memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan, sekaligus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat.

    Baca Juga:  DPRD Kaltara Soroti Pentingnya Pembahasan Ranperda Keterbukaan Informasi Publik

    “Pemimpin yang terpilih harus mampu menyusun program terbaik untuk lima tahun ke depan serta memperkuat peran NU dalam kehidupan sosial, keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Alwan mengungkapkan hasil Konfercab Bulungan dan Tana Tidung memiliki arti penting karena kepengurusan baru nantinya akan menjadi peserta pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.

    Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, para ketua PCNU yang terpilih akan memiliki mandat untuk memberikan suara dalam menentukan kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

    “Momentum Muktamar ke-35 bukan hanya penting bagi NU secara nasional, tetapi juga menjadi kesempatan bagi daerah untuk ikut menentukan arah kepemimpinan PBNU ke depan,” jelasnya.

    PWNU Kalimantan Utara berharap Konfercab di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung dapat berlangsung lancar, penuh semangat persaudaraan, serta menghasilkan pemimpin yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin berkontribusi dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.

    “Harapan kami, akan lahir ketua PCNU Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung yang mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, membawa kemaslahatan bagi warga Nahdliyin, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Alwan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU