WARTA, TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat komitmennya mewujudkan transportasi yang inklusif dengan meningkatkan fasilitas ramah disabilitas di pelabuhan maupun layanan angkutan umum.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang memberikan akses dan kenyamanan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Kepala Dishub Kaltara, H. Idham Chalid, mengatakan peningkatan pelayanan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan tarif khusus, tetapi juga dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung mobilitas penyandang disabilitas sejak tiba di pelabuhan hingga mencapai tujuan.
“Pelayanan bagi penyandang disabilitas sudah kami siapkan, mulai dari pendampingan oleh petugas hingga penyediaan fasilitas khusus di transportasi maupun pelabuhan,” ujarnya.
Menurut Idham Chalid, petugas akan memberikan pendampingan kepada penyandang disabilitas sejak proses keberangkatan, membantu menuju ruang tunggu, hingga mengantar ke tempat duduk di dalam bus maupun speedboat. Penempatan kursi juga diatur agar memberikan kenyamanan dan kemudahan selama perjalanan.
Tak hanya meningkatkan pelayanan, Dishub Kaltara juga mulai mengalokasikan anggaran untuk melengkapi fasilitas pendukung di sejumlah pelabuhan. Di antaranya pembangunan guiding block atau jalur pemandu bagi penyandang tunanetra, pemasangan railing atau pegangan tangan di tangga menuju dermaga, serta penataan ruang tunggu yang lebih ramah bagi pengguna berkebutuhan khusus.
“Fasilitas seperti jalur khusus untuk tunanetra dan pegangan tangan di tangga sangat penting agar mereka merasa aman saat menggunakan transportasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami hambatan dalam mengakses layanan transportasi.
Selain memberikan rasa aman dan nyaman, fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas saat menggunakan transportasi umum di Kalimantan Utara.
“Kami ingin ada penyetaraan, keseimbangan, dan perhatian kepada penyandang disabilitas. Mereka harus mendapatkan pelayanan yang sama seperti masyarakat lainnya. Itulah komitmen kami dalam menghadirkan transportasi yang inklusif di Kalimantan Utara,” tegas Idham Chalid.
Melalui berbagai inovasi pelayanan dan peningkatan fasilitas tersebut, Dishub Kaltara berharap transportasi publik di Bumi Benuanta semakin mudah diakses seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menjadi contoh penerapan pelayanan transportasi yang ramah dan inklusif di Indonesia.




