WARTA, TANJUNG SELOR – Tantangan geografis yang selama ini menghambat pembinaan perpustakaan di Kalimantan Utara kini mulai teratasi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara menghadirkan layanan digital bernama Koper Lira (Konsultasi Online Perpustakaan dan Literasi) sebagai sarana pendampingan bagi pengelola perpustakaan hingga wilayah terpencil.
Program ini diluncurkan untuk menjawab kondisi Kaltara yang memiliki banyak daerah perbatasan, kawasan pedalaman, serta keterbatasan akses transportasi yang kerap menyulitkan pelaksanaan pembinaan secara langsung.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara, Ilham Zein, mengatakan Koper Lira menjadi solusi agar seluruh perpustakaan sekolah tetap mendapatkan layanan konsultasi dan pendampingan tanpa harus menunggu kunjungan lapangan.
“Wilayah Kaltara cukup luas dan sebagian daerah masih sulit dijangkau. Dengan layanan daring ini, pembinaan dapat dilakukan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak perpustakaan,” ujarnya.
Melalui platform digital tersebut, pengelola perpustakaan dapat berkonsultasi mengenai tata kelola perpustakaan, pengolahan bahan pustaka, pengembangan program literasi, hingga promosi layanan perpustakaan.
Kegiatan konsultasi dilaksanakan secara rutin melalui Zoom Meeting setiap Kamis pada minggu kedua dan keempat setiap bulan. Peserta berasal dari perpustakaan SMA, SMK, MA, dan SLB di seluruh Kalimantan Utara.
Menurut Ilham, kehadiran Koper Lira diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang lebih cepat dan efektif antara pemerintah provinsi dengan perpustakaan binaan. Selain meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat budaya literasi masyarakat hingga ke pelosok daerah.
“Transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperluas akses pembinaan dan mempercepat peningkatan kualitas perpustakaan di Kaltara,” tegasnya.




