WARTA, TANJUNG SELOR – Membuka lembaran kerja di awal tahun 2026, Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., memberikan pesan tajam bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara. Dalam suasana santai namun penuh makna pada acara Coffee Morning di Kantor Gubernur, Senin (5/1), Zainal menegaskan bahwa ASN adalah ujung tombak pelayanan yang harus bergerak melampaui hambatan geografis.
Gubernur menekankan bahwa menjadi ASN bukan sekadar menjalankan rutinitas kantor, melainkan memikul tanggung jawab besar sebagai pelayan rakyat. Ia menggarisbawahi lima fungsi vital yang wajib mendarah daging dalam diri setiap aparatur:
5 Pilar Pengabdian ASN Kaltara:
* Pelaksana Kebijakan Publik: Menjalankan aturan dengan penuh integritas.
* Pelayan Publik: Menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
* Perencana & Penggerak Pembangunan: Menjadi motor kemajuan daerah.
* Perekat & Pemersatu Bangsa: Menjaga harmoni di tengah keberagaman.
* Agen Perubahan (Agent of Change): Berinovasi dan membawa transformasi positif.
Menembus Batas Keterbatasan
Gubernur Zainal menyadari tantangan besar yang dihadapi Kaltara, mulai dari alokasi anggaran yang terbatas, infrastruktur yang belum merata, hingga sulitnya akses geografis. Namun, bagi beliau, keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti mengabdi.
“Kita adalah pelayan masyarakat. Perangkat daerah bukan sekadar institusi formal, tapi wadah yang bertugas mencarikan solusi bagi setiap persoalan rakyat,” tegas Zainal dengan penuh semangat.
Pesan untuk Transformasi Birokrasi
Selain penguatan fungsi, Gubernur juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi. Beliau ingin setiap langkah pembangunan terdokumentasi dengan rapi dan transparan kepada publik.
“Mari kita laksanakan pelayanan publik dan pembangunan dengan sebaik-baiknya. Pahami alur birokrasi, kuasai kewenangan, dan berikan yang terbaik untuk masyarakat Kaltara,” pungkasnya.
Apakah Anda ingin saya membuatkan infografis ringkas atau caption media sosial berdasarkan berita ini agar lebih mudah dibagikan ke platform instansi?




