WARTA, TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai mengakselerasi pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Forum ini diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Bumi Benuanta.
Langkah awal pembentukan forum dilakukan melalui rapat persiapan musyawarah daerah yang dipimpin Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltara pada pekan ini. Dalam forum tersebut, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wahyuni Nuzband, menekankan bahwa program TJSLBU harus melampaui sekadar bantuan sosial jangka pendek.
Namun penegasan paling kuat justru datang dari Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Sapi’i. Ia menyampaikan bahwa pembentukan forum tidak boleh hanya formalitas, tetapi harus memiliki arah kerja yang jelas dan mampu memayungi kepentingan lintas sektor.
“Forum TJSLBU ini harus dibangun dengan tata kelola yang baik, akuntabel, dan berbasis data. Keberhasilannya sangat bergantung pada bagaimana kita menyusun sistem kerja yang terukur dan melibatkan semua sektor penting,” tegas Sapi’i, Jumat (25/07/2025).
Sapi’i menjelaskan forum tersebut nantinya akan menjadi ruang dialog dan koordinasi antara badan usaha dan pemerintah daerah, sekaligus memastikan sektor-sektor strategis seperti pendidikan, lingkungan hidup, infrastruktur, hingga UMKM mendapatkan perhatian yang proporsional.
Menurutnya, persiapan yang saat ini dilakukan panitia bukan hanya mencakup penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), tetapi juga pemetaan data perusahaan yang beroperasi di Kaltara serta penyusunan rencana kerja forum. Semua langkah itu penting agar forum yang terbentuk nanti benar-benar memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan musyawarah daerah ini tidak hanya menghasilkan struktur organisasi, tetapi juga strategi bersama yang dapat menegaskan kontribusi dunia usaha terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sapi’i.
Ia menambahkan, pemerintah berharap forum TJSLBU dapat menjadi jembatan kolaborasi yang efektif, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat yang lebih luas dari kehadiran sektor industri dan badan usaha di wilayah Kaltara.
“Jika forum ini berjalan dengan baik, TJSLBU bukan hanya kewajiban, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memajukan Kalimantan Utara,” pungkasnya.




