WARTA, PASURUAN – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menghadirkan listrik hingga ke pelosok terus diperkuat. Salah satu langkah nyatanya ditunjukkan melalui kunjungan Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, ke pabrik energi terbarukan di Pasuruan, Jumat (10/4).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari solusi alternatif penyediaan listrik, khususnya bagi wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses energi dan internet.
Di pabrik milik PT Santinilestari Energi Indonesia, Ingkong melihat langsung proses produksi panel surya, baterai, hingga sistem distribusi listrik berbasis tenaga matahari. Ia juga berdiskusi dengan Direktur perusahaan, Sandy Hartono, terkait peluang penerapan teknologi tersebut di wilayah Kaltara yang didominasi daerah terpencil dan sulit dijangkau.
Menurut Ingkong, kebutuhan listrik menjadi salah satu layanan dasar yang sangat vital bagi masyarakat, terutama di kawasan pedalaman dan perbatasan. Namun, kondisi geografis Kaltara yang menantang membuat pembangunan jaringan listrik konvensional tidak selalu mudah dilakukan.
“Masih banyak desa di perbatasan yang belum menikmati listrik. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kami terus mencari solusi, termasuk melalui pemanfaatan energi surya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran listrik tidak hanya berdampak pada penerangan, tetapi juga membuka akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga konektivitas digital bagi masyarakat.
Berdasarkan data, saat ini masih terdapat sekitar 73 hingga 123 desa di Kaltara yang belum teraliri listrik. Sebagian besar berada di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan dan Malinau.
Untuk itu, Pemprov Kaltara menargetkan elektrifikasi bertahap dengan menyasar sekitar 10 hingga 20 desa setiap tahunnya. Program ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil.
Langkah eksplorasi energi terbarukan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Kaltara mulai mengarah pada solusi berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan jaringan listrik konvensional, tetapi juga memanfaatkan potensi energi ramah lingkungan demi masa depan yang lebih terang bagi seluruh wilayahnya.




