spot_img
More
    spot_img

    Dinkes Kaltara Siagakan Vaksin Rabies, Antisipasi Penularan dari Hewan ke Manusia

    WARTA, TANJUNG SELOR – Meningkatnya kasus rabies di sejumlah daerah di Indonesia menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara memastikan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di seluruh kabupaten/kota dengan menyediakan stok vaksin anti rabies (VAR).

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari antisipasi dini terhadap potensi penularan virus rabies di wilayah perbatasan, mengingat Kaltara berbatasan langsung dengan Malaysia yang juga tercatat pernah melaporkan kasus rabies.

    “Kami sudah menyiapkan VAR di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Jika ada laporan gigitan hewan yang diduga rabies, penanganan dapat langsung dilakukan tanpa menunggu lama,” ujar Usman, Rabu (29/10/2025).

    Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan kasus rabies pada manusia di Kalimantan Utara, namun beberapa laporan gigitan hewan tetap menjadi perhatian serius.

    “Sampai hari ini belum ada kasus rabies yang terkonfirmasi. Tapi bukan berarti kita lengah. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, bukan setelah kasus muncul,” tegasnya.

    Usman menjelaskan, tingkat kematian akibat rabies (case fatality rate) masih tergolong tinggi. Seseorang yang tergigit hewan terinfeksi biasanya akan mengalami gejala seperti produksi air liur berlebih, takut air (hidrofobia), dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

    “Begitu virus rabies masuk ke tubuh, dia akan menyebar melalui sistem saraf dan menyerang otak. Kalau sudah sampai ke otak, potensi kematian sangat besar. Karena itu vaksinasi pada hewan peliharaan menjadi langkah penting,” jelasnya.

    Dinkes Kaltara juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai hewan peliharaan maupun liar yang menunjukkan perilaku agresif, dan segera melapor ke petugas kesehatan atau dinas terkait jika terjadi gigitan.

    Selain penanganan di tingkat daerah, koordinasi lintas negara juga dilakukan. “Kita sudah pernah membahas kerja sama pengendalian rabies dengan pihak Malaysia. Karena daerah kita berbatasan langsung, maka pengawasan lintas batas menjadi sangat penting,” tambah Usman.

    Baca Juga:  Fraksi-Fraksi DPRD Nunukan Sepakat, Tiga Desa Baru Segera Dibentuk

    Dinas Kesehatan Kaltara juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan peternakan di daerah untuk memastikan vaksinasi hewan berjalan sesuai jadwal, terutama pada anjing dan kucing peliharaan masyarakat.

    “Kunci utama pengendalian rabies adalah sinergi lintas sektor dan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri serta hewan peliharaannya,” tutupnya.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU