spot_img
More
    spot_img

    Standar Nilai Masuk SMA Unggul Garuda di Kaltara Diturunkan Jadi 85, DPR RI Sebut Ada Pengecualian dari Pusat

    WARTA, TANJUNG SELOR – Proses penerimaan peserta didik baru untuk SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ajaran 2026 mulai dibuka. Seleksi calon siswa berlangsung bersamaan dengan pembangunan gedung sekolah serta penyediaan berbagai fasilitas penunjang yang dirancang sesuai standar sekolah unggulan tersebut.

    Anggota Komisi VII DPR RI dari daerah pemilihan Kaltara, Rahmawati, mengungkapkan bahwa Kaltara mendapatkan kebijakan khusus terkait standar nilai rata-rata penerimaan siswa.

    Menurutnya, nilai minimal yang dipersyaratkan untuk mendaftar di SMA Unggul Garuda di Kaltara lebih rendah dibandingkan wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera.

    “Di Jawa dan Sumatera, rata-rata nilai yang dipersyaratkan untuk masuk SMA Unggul Garuda sekitar 90. Sementara untuk Kaltara, kami memperjuangkan agar siswa dengan rata-rata nilai 85 tetap bisa diterima,” ujar Rahmawati saat dikonfirmasi, Selasa (10/3).

    Ia menjelaskan, perbedaan standar tersebut mempertimbangkan kondisi pendidikan di daerah. Siswa di Jawa dan Sumatera dinilai memiliki akses lebih luas terhadap berbagai kegiatan penunjang pendidikan, seperti program ekstrakurikuler dan fasilitas belajar yang lebih lengkap.

    “Kondisinya tentu berbeda dengan daerah kita. Karena itu kami mengusulkan kepada pemerintah pusat agar batas nilai rata-rata diturunkan menjadi 85 untuk Kaltara. Alhamdulillah usulan tersebut disetujui,” jelasnya.

    Pada tahap awal, sekolah tersebut menyiapkan kuota penerimaan sebanyak 300 siswa. Namun hingga saat ini jumlah pendaftar masih belum mencapai target tersebut. Oleh karena itu, masyarakat khususnya para orang tua diimbau untuk mendorong anak-anak mereka mendaftar di sekolah tersebut.

    Rahmawati juga menyebutkan, komposisi penerimaan siswa nantinya akan didominasi peserta dari luar daerah.

    “Sekitar 70 persen kuota untuk siswa dari luar daerah dan 30 persen untuk lokal,” katanya.

    Baca Juga:  FGD IPKP-KPP 2025 Dorong Pengelolaan Kawasan Perbatasan Nunukan Lebih Terukur dan Terpadu

    Ia optimistis keberadaan SMA Unggul Garuda di Kaltara tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Menurutnya, kedatangan siswa dari berbagai daerah akan membawa dampak positif bagi sektor jasa, termasuk perhotelan, transportasi, hingga kuliner di sekitar wilayah sekolah.

    “Kalau sekolah ini sudah berjalan, tentu akan menggerakkan ekonomi daerah. Orang tua siswa dari luar pasti akan datang menjenguk anaknya. Itu otomatis akan menghidupkan hotel, transportasi, hingga usaha kuliner di daerah kita,” pungkasnya.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU