WARTA, NUNUKAN — Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan wilayah perbatasan. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Bima Arya Sugiarto saat meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik, Kabupaten Nunukan, Sabtu (4/10).
Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri didampingi Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si.,dan Anggota Komisi II DPR RI, Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, M.A. Mereka membuka forum diskusi bersama jajaran Forkopimda Nunukan, instansi vertikal, dan tokoh masyarakat guna membahas berbagai persoalan strategis di wilayah Sebatik.
Salah satu perhatian utama adalah belum tercantumnya Sebatik sebagai titik keluar-masuk resmi (exit/entry point)dalam Border Crossing Agreement (BCA) terbaru antara Indonesia dan Malaysia. Akibatnya, belum ada trayek penyeberangan kapal penumpang resmi dari Sebatik ke Tawau, yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas warga.
Selain itu, masyarakat juga menyuarakan kekhawatiran terkait peredaran narkoba dan potensi TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) yang terjadi akibat belum optimalnya pengawasan di kawasan perbatasan.
Menanggapi hal itu, Wamendagri Bima Arya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pak Bupati, Pemprov Kaltara, Forkopimda, agar dapat memaksimalkan potensi pembangunan di perbatasan. PLBN Sebatik ini harus memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan warga,” tegasnya.
Bima Arya juga mengingatkan agar masyarakat Sebatik dapat mengelola potensi laut dan ekonomi lokal secara mandiri tanpa harus bergantung pada negara tetangga.
Menurutnya, tingginya perputaran ekonomi masyarakat Sebatik yang justru banyak terjadi di wilayah Malaysia menjadi tantangan tersendiri bagi daerah. Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk mempermudah akses ekonomi dan aktivitas perdagangan resmi di wilayah perbatasan.
“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan instansi terkait, manfaat pembangunan diharapkan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat Sebatik,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi II DPR RI H. Giri Ramanda N. Kiemas, S.E., M.M., Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si., serta Sekretaris BNPP RI Komjen Pol Makhruzi Rahman dan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E.



