WARTA, NUNUKAN – Semarak Ramadan di Kabupaten Nunukan semakin terasa dengan digelarnya Lomba Bedug Sahur 2026yang berlangsung meriah, Minggu malam. Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute perjalanan peserta untuk menyaksikan atraksi tabuhan bedug yang menjadi tradisi khas membangunkan sahur.
Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Nunukan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Nunukan.
Sebanyak 19 tim ambil bagian dalam lomba tersebut yang berasal dari berbagai kategori, mulai dari umum, sekolah, organisasi hingga perwakilan masjid di Nunukan. Menariknya, empat peserta di antaranya datang dari wilayah perbatasan Sebatik, menambah semarak kompetisi bernuansa religi ini.
Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta berkumpul di kawasan Tanah Merah. Dari lokasi ini, rombongan dilepas langsung oleh Bupati Nunukan, Irwan Sabri.
Adapun rute yang dilalui peserta dimulai dari Tanah Merah, melintasi Jalan Jamaker, Jalan Makam Pahlawan, Jalan Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, dan berakhir di Alun-Alun Kota Nunukan sebagai titik finis.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri mengaku bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat yang turun langsung ke jalan untuk menyaksikan lomba bedug sahur.
“Ini bukti bahwa tradisi Ramadan masih hidup dan dicintai masyarakat. Saya mengapresiasi seluruh pihak, khususnya Disbudporapar Nunukan, yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, di garis finis, Penjabat Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, membacakan sambutan Bupati yang menegaskan bahwa lomba bedug sahur bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, padatnya warga yang memenuhi setiap titik rute menjadi bukti kuat bahwa kegiatan bernuansa budaya dan religi ini masih memiliki tempat di hati masyarakat Nunukan.
Setibanya di garis finis di Alun-Alun Kota Nunukan, seluruh peserta kembali disambut oleh Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, DPRD Kabupaten Nunukan, Camat Nunukan dan Nunukan Selatan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
Kemeriahan tabuhan bedug, kreativitas peserta, serta dukungan masyarakat menjadikan lomba ini salah satu agenda Ramadan yang paling dinanti warga setiap tahunnya.




