WARTA, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membuka peluang lebih luas bagi peningkatan kualitas pendidikan dengan menggandeng sejumlah pihak dari Australia. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris dan Pendidikan Vokasi, Senin (28/9/2026).
Kerja sama melibatkan Pemprov Kaltara, Kedutaan Besar Australia, Austrade (Komisi Perdagangan dan Investasi Australia di Indonesia), serta Briton English Education di bawah naungan PT Cahaya Rahmat Edukasi.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memiliki kompetensi untuk bersaing lebih luas.
“Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada penandatanganan MoU. Kita ingin ada program yang nyata, terukur dan berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dunia pendidikan di Kaltara,” ujar Zainal.
Dorong Sekolah Berbahasa Inggris
Salah satu agenda utama dalam kerja sama tersebut adalah fasilitasi Program Sekolah Berbahasa Inggris (SBI) dan pengembangan sekolah unggulan.
Selain itu, Pemprov Kaltara juga mendorong terbentuknya kerja sama antarsekolah melalui skema sister school, sehingga sekolah di Kaltara memiliki kesempatan membangun jejaring pendidikan dengan mitra berskala internasional.
Program SBI akan mencakup pemetaan kemampuan bahasa Inggris, penguatan metode pembelajaran guru dengan standar Cambridge English, pengembangan trainer, hingga quality assurance.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris peserta didik sekaligus membangun kepercayaan diri mereka untuk berinteraksi di lingkungan pendidikan yang semakin terbuka.
Zainal menilai penguasaan bahasa Inggris akan lebih mudah berkembang apabila dibangun melalui kebiasaan dan lingkungan yang mendukung.
Ia mencontohkan sejumlah daerah yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari komunikasi sehari-hari.
“Kalau kita ambil contoh seperti di Bali yang banyak warganya fasih berbahasa Inggris. Atau di Kampung Inggris Pare di Kediri, Jawa Timur. Bahasa Inggris itu jadi bahasa sehari-hari selain bahasa Indonesia dan bahasa daerah,” katanya.
Vokasi Disiapkan Menjawab Kebutuhan Industri
Kerja sama tersebut tidak berhenti pada kemampuan bahasa. Pendidikan vokasi juga menjadi bagian penting untuk mempersiapkan lulusan dengan keterampilan yang lebih relevan terhadap kebutuhan dunia kerja.
Pengembangan pendidikan vokasi akan diarahkan agar proses pembelajaran semakin dekat dengan perkembangan industri dan kebutuhan tenaga kerja. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki perpaduan antara pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di dunia kerja.
Penguatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing generasi muda Kaltara di tengah perubahan kebutuhan industri yang semakin cepat.
Zainal berharap implementasi kerja sama dapat dilakukan secara konsisten dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara luas oleh sekolah, guru, dan peserta didik di seluruh wilayah Kaltara.
“Dengan pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang relevan, dan kemampuan bahasa internasional yang baik, kita ingin generasi muda Kaltara mampu berperan dalam pembangunan dan bersaing di tingkat global,” pungkasnya.
Penandatanganan MoU dilakukan bersama Pimpinan Briton English Education, Sirajuddin Tenri, M.Ed (Mgmt). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.




