WARTA, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berharap kemitraan melalui Program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) bersama Pemerintah Australia dapat berlanjut ke tahap berikutnya.
Harapan itu disampaikan Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat bertemu Counsellor Governance and Human Development, Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Kedutaan Besar Australia, Joanna O’Shea, bersama Unit Lead Tata Kelola Desentralisasi, Astrid Kartika, di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Zainal menyampaikan bahwa pelaksanaan Program SKALA selama ini memberikan dukungan terhadap sejumlah agenda pembangunan di Kaltara. Di antaranya peningkatan akses layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan, penguatan manajemen keuangan publik, penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta keterlibatan kelompok rentan dalam proses perencanaan pembangunan.
“Kami berharap kerja sama ini bisa dilanjutkan. Pendampingan yang diberikan selama ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zainal.
Gubernur juga berharap kelanjutan kemitraan tersebut dapat segera diwujudkan melalui nota kesepahaman (MoU) tahap II.
Menanggapi harapan tersebut, Joanna O’Shea menyampaikan optimisme bahwa kemitraan tahap kedua dapat direalisasikan pada Oktober mendatang.
Ia juga mengungkapkan kesan positif terhadap perkembangan Kaltara, terutama setelah menghadiri peluncuran Kartu Disabilitas di Kota Tarakan. Menurut Joanna, langkah Kaltara dalam memperkuat pelayanan dasar bagi penyandang disabilitas serta membangun kerja sama lintas lembaga menjadi bagian yang mendapat perhatian dari Pemerintah Australia.
“Saya dan Ibu Gita Kamath sering membicarakan keberhasilan serta komitmen Kaltara dalam meningkatkan pelayanan dasar, khususnya bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.
Bahas Karhutla hingga Peluang Investasi
Pertemuan tersebut turut menjadi ruang untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang di Kaltara. Beberapa di antaranya terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perubahan kondisi iklim dan ancaman El Nino, perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta status ibu kota provinsi.
Pembahasan juga mencakup peluang investasi dan pengembangan sektor energi, termasuk Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Mentarang.
Di akhir pertemuan, Gubernur Zainal turut mengundang jajaran Program SKALA untuk menghadiri rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara yang akan berlangsung pada 25 Oktober mendatang.
Pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi lanjutan antara Pemprov Kaltara dan Pemerintah Australia dalam mendukung penguatan tata kelola serta pelayanan dasar di daerah.




