WARTA, TANA TIDUNG – Maraknya penggunaan sepeda listrik oleh anak-anak menjadi perhatian serius Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara). Melalui program “Pelajar Cerdas Saat Berlalu Lintas”, Dishub Kaltara gencar memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada pelajar SMA di berbagai kabupaten.
Pada Kamis (31/7/2025), sosialisasi digelar di Kabupaten Tana Tidung. Ini menjadi daerah ketiga setelah Bulungan dan Malinau yang disasar Dishub tahun ini.
Program tersebut menyasar pelajar sebagai generasi muda yang rentan terhadap risiko kecelakaan, khususnya akibat ketidaktahuan terhadap aturan lalu lintas. Salah satu sorotan utama adalah penggunaan sepeda listrik yang kini banyak dikendarai oleh anak-anak di bawah usia 12 tahun tanpa pengawasan.
“Kami melihat fenomena meningkatnya penggunaan sepeda listrik oleh anak SD yang bahkan sudah berani melintas di jalan raya. Padahal, ada aturan jelas yang mengatur hal ini,” ujar Desi Witasari, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kaltara.
Desi merujuk pada Permenhub Nomor 45 Tahun 2020, yang mengatur bahwa sepeda listrik hanya boleh digunakan di jalur khusus, area perumahan, tempat wisata, atau kawasan perkantoran. Sepeda listrik juga wajib dilengkapi lampu, rem, reflektor, dan pengendara harus memakai helm.
“Anak di bawah 12 tahun dilarang menggunakan sepeda listrik di jalan umum, kecuali dengan pendampingan orang tua,” tegasnya.
Dalam sesi interaktif, pelajar diajak untuk berpikir kritis melalui metode tanya jawab. Menariknya, kali ini bukan peserta yang bertanya, melainkan justru tim Dishub yang melontarkan pertanyaan.
“Kami balik perannya. Mereka yang kami tantang untuk menjawab. Cara ini membuat mereka lebih aktif berpikir dan menyadari risiko berkendara yang tidak aman,” tambah Desi.
Data kecelakaan lalu lintas di Kaltara menunjukkan mayoritas korban berasal dari usia produktif, termasuk pelajar. Edukasi sejak dini pun dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan.
“Keselamatan di jalan bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga orang tua dan pihak sekolah. Harapannya, para pelajar makin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas,” katanya.
Sekretaris Dishub Tana Tidung, Jefrey, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai, pemahaman langsung kepada pelajar sebagai pengguna jalan pemula sangat penting untuk menumbuhkan budaya keselamatan sejak dini.




