WARTA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan di wilayah daratan. Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si, melakukan rangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri di Jakarta untuk membahas rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kaltara Kelas B di Tanjung Selor, Rabu (17/9).
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Ingkong didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, H. Datu Iqro Ramadhan, Kepala Dinkes Kaltara Usman, Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK dr. Budy Aziz, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Pertemuan pertama dilakukan bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. Wagub menjelaskan bahwa layanan RS Kelas B saat ini hanya tersedia di Kota Tarakan, sementara Tanjung Selor dan wilayah daratan lain masih bergantung pada RS kelas C dengan fasilitas terbatas.
“Pasien dari wilayah daratan harus dirujuk ke Tarakan melalui jalur laut yang memakan waktu berjam-jam dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Hal ini jelas menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan,” ungkap Wagub Ingkong.
Pemprov Kaltara sendiri telah menyiapkan lahan seluas 7–10 hektare di Tanjung Selor serta dukungan APBD untuk pematangan lahan dan penyediaan sarana dasar seperti listrik dan air. “Kami berharap pemerintah pusat dapat memfasilitasi rencana ini, karena RS Kelas B di Tanjung Selor sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Selain Menko PMK, Wagub Ingkong juga menemui Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono. Dalam pertemuan itu, ia turut menyampaikan urgensi pembangunan RS Jiwa, mengingat jumlah pasien dengan gangguan jiwa terus meningkat. Tercatat, sepanjang Januari–Agustus 2025, Klinik Jiwa menerima 3.332 pasien dengan rata-rata 22 kunjungan per hari.
“Dukungan pusat sangat kami harapkan, baik dari sisi pendanaan melalui DAK fisik kesehatan, SBSN, maupun APBN, serta percepatan regulasi penetapan rumah sakit rujukan provinsi,” jelasnya.
Dengan langkah strategis ini, Pemprov Kaltara optimistis layanan kesehatan di Tanjung Selor akan meningkat signifikan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah daratan.




