WARTA, TANJUNG SELOR – Akses listrik bagi warga kurang mampu di Kalimantan Utara kembali mendapat perhatian pemerintah. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, sebanyak 1.893 rumah tangga di lima kabupaten/kota bakal menerima bantuan pasang baru listrik (PBL) gratis.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, menyampaikan bahwa program ini merupakan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk memperluas elektrifikasi, khususnya di wilayah tertinggal dan perbatasan.
“Totalnya ada 1.893 rumah tangga. Tersebar di Bulungan 545, Tarakan 226, Nunukan 465, Tana Tidung 144, dan Malinau 513,” jelas Yosua.
Dibiayai Pemerintah Pusat dan APBD
Dari jumlah tersebut, 1.601 sambungan dibiayai oleh Kementerian ESDM melalui PLN. Sementara 292 sambungan lainnya didukung oleh anggaran Pemprov Kaltara melalui APBD.
“Pada prinsipnya, kita memaksimalkan dukungan dari pusat. APBD kita gunakan untuk melengkapi kebutuhan yang belum tercover,” ujarnya.
Program ini juga menjangkau masyarakat di kawasan perbatasan. “Sampai Sebatik dan daerah-daerah terluar tetap kita layani,” tambahnya.
Target Bertambah di 2026
Yosua berharap alokasi bantuan dapat meningkat tahun depan.
“Harapan kami, pada 2026 jumlah bantuannya bisa bertambah,” katanya.
Selain bantuan sambungan listrik, pemerintah juga menargetkan pembangunan jaringan listrik baru di 34 desa pada 2025. Upaya ini diharapkan mempercepat pemerataan akses energi di seluruh Kaltara.
Syarat Penerima Bantuan
Warga yang ingin mendapatkan fasilitas pasang baru listrik gratis harus memenuhi beberapa ketentuan, seperti:
-
Terdaftar sebagai rumah tangga tidak mampu
-
Memiliki surat keterangan dari desa/kelurahan
-
Menempati rumah milik sendiri
“Yang terpenting, penerima harus benar-benar masuk kategori tidak mampu,” tegas Yosua.
Program ini diharapkan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga, sekaligus mengurangi kesenjangan akses energi di Kaltara. (*)




