spot_img
More
    spot_img

    Dishub Kaltara Fokus Digitalisasi Retribusi Pelabuhan dan Pembayaran Non-Tunai

    WARTA, TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong inovasi dalam pengelolaan retribusi, terutama di sektor pelabuhan yang menjadi kewenangan provinsi. Kepala Dishub Kaltara, Idham Chalid Darmawan, menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran menjadi prioritas utama untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pendapatan daerah.

    “Inovasi utama yang sedang dijalankan adalah digitalisasi pembayaran retribusi dengan fokus pada penggunaan sistem non-tunai,” ujar Idham, Senin (1/12/2025).

    Menurutnya, langkah ini bertujuan memperkuat akuntabilitas dan meminimalkan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sejumlah layanan Dishub kini telah menerapkan transaksi non-tunai, khususnya di kawasan pelabuhan yang dikelola pemerintah provinsi.

    Agen Kapal hingga Speedboat Beralih ke Non-Tunai

    Idham menjelaskan bahwa pembayaran retribusi bagi agen kapal dan speedboat sudah diupayakan sepenuhnya menggunakan metode non-tunai.

    “Metode yang digunakan meliputi QRIS, mesin EDC, hingga transfer langsung ke rekening kas daerah. Implementasinya didukung kerja sama dengan BI dan Bank Kaltimtara,” jelasnya.

    Ia mencontohkan penerapan sistem digital di area pelabuhan, di mana keluar masuk kendaraan saat ini masih menggunakan karcis manual dan pembayaran tunai. Namun sistem tersebut akan diganti secara bertahap dengan metode non-tunai seperti Tap-Cash atau EDC.

    Layanan Tiket Online Mulai Berjalan

    Selain retribusi agen, Dishub Kaltara juga mulai menerapkan pembayaran tiket online untuk meningkatkan kemudahan dan ketertiban administrasi.

    “Penggunaan tiket online menjadi bagian dari transformasi layanan yang lebih modern dan terintegrasi,” tambahnya.

    Idham menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus memperluas implementasi pembayaran non-tunai di seluruh layanan perhubungan sebagai upaya memperkuat tata kelola dan meningkatkan PAD.

    (*)

    Baca Juga:  Heboh Fenomena "Super Flu" di Indonesia, Dinkes Kaltara: Jangan Panik, Fatalitasnya Rendah!

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU