WARTA, TANJUNG SELOR – Menyambut masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara mulai memperkuat langkah pengawasan keselamatan pelayaran. Persiapan tersebut diawali dengan rapat koordinasi bersama seluruh instansi teknis, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ramp check di tiga pelabuhan strategis.
Plh. Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltara, Ir. Hj. Massahara, ST, mengatakan rapat koordinasi menjadi dasar penyamaan langkah antarinstansi, mengingat potensi lonjakan penumpang hampir selalu meningkat setiap periode Nataru.
“Persiapan kami dimulai dengan rapat koordinasi yang membahas teknis ramp check. Setelah itu, pemeriksaan dilakukan di Pelabuhan Kayan II Bulungan, Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, dan Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Kebijakan Baru: Nomor Kursi Wajib untuk Semua Penumpang
Meski tidak ada penambahan personel tahun ini, Massahara menegaskan bahwa Dishub Kaltara menghadirkan kebijakan baru guna memperkuat ketertiban dan keselamatan perjalanan.
“Ada aturan baru berupa penerapan nomor kursi untuk seluruh penumpang. Ini penting agar distribusi penumpang lebih tertib dan risiko keselamatan dapat diminimalkan,” jelasnya.
Detail Ramp Check: Administrasi hingga Navigasi
Dalam ramp check Nataru 2025, Dishub Kaltara memeriksa tiga aspek utama:
-
Administrasi Kapal
Mencakup pemeriksaan dokumen kapal, sertifikasi awak, hingga kelengkapan administrasi keselamatan. -
Peralatan Keselamatan
Termasuk life jacket, life buoy, APAR, kotak P3K, dan perlengkapan darurat lain. -
Perangkat Navigasi dan Komunikasi
Mulai dari radio komunikasi hingga alat navigasi standar kapal.
Menurut Massahara, temuan di lapangan masih didominasi alat keselamatan yang sudah rusak atau tidak layak. “Life jacket yang tidak memenuhi standar langsung kami sita dan wajib diganti. Begitu juga dengan life buoy yang kondisinya tidak layak,” tegasnya.
Pengawasan Berlanjut hingga Puncak Arus Penumpang
Dishub Kaltara memastikan ramp check akan terus dilakukan secara berkala hingga memasuki puncak arus penumpang Nataru. Langkah ini diambil demi menjamin setiap kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan dapat melayani masyarakat dengan aman.
“Kami pastikan seluruh armada yang beroperasi sudah melalui proses pemeriksaan menyeluruh,” tutup Massahara.




