WARTA, TANJUNG SELOR — Kepala Biro Administrasi Pembangunan Kaltara, Sapi’i, menilai potensi pariwisata di provinsi termuda di Kalimantan ini sangat menjanjikan. Menurutnya, Kaltara bukan lagi sekadar daerah pinggiran, melainkan gerbang utama yang sangat memungkinkan untuk terkoneksi secara ekonomi dengan pusat-pusat pertumbuhan di negara tetangga.
“Kami sangat optimis. Kaltara memiliki daya tarik geografis yang unik. Dengan status kita sebagai tetangga dekat Malaysia, peluang untuk menjadikan Kaltara sebagai destinasi utama lintas batas sangat terbuka lebar,” ujar Sapi’i.
Langkah Konkret dan Efek Domino Ekonomi
Guna menyambut gelombang investasi tersebut, Biro Adpem tidak ingin sekadar menjadi penonton. Sapi’i menegaskan bahwa pihaknya sedang menyiapkan berbagai langkah taktis untuk memastikan iklim pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata berjalan sinkron dengan kebutuhan investasi.
-
Penguatan Infrastruktur: Menyiapkan aksesibilitas yang mumpuni menuju titik-titik potensial wisata.
-
Penyederhanaan Administrasi: Memastikan proses pembangunan fasilitas pendukung berjalan efisien dan transparan.
-
Dampak Sosial: Fokus pada penyerapan tenaga kerja lokal dari setiap proyek yang masuk.
“Investasi di sektor pariwisata ini sangat krusial. Bukan hanya soal angka di atas kertas, tapi ini adalah tentang mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara riil dan membuka keran lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat kita,” imbuh Sapi’i.
Optimisme di Tahun Depan
Meskipun target nilai investasi yang dipatok mencapai angka ratusan miliar, Sapi’i percaya bahwa dengan kolaborasi lintas OPD, target tersebut bukanlah hal yang mustahil. Pariwisata diharapkan menjadi motor penggerak baru yang bisa bersanding dengan sektor industri dan energi yang selama ini mendominasi Kaltara.
“Biro Adpem siap bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan ‘karpet merah’ bagi investor benar-benar terbentang rapi di Kaltara tahun depan,” pungkasnya.




