Dalam sambutannya, Juni Mardiansyah menyampaikan bahwa pembangunan kawasan perbatasan tidak boleh dilakukan secara parsial. Semua pemangku kepentingan—pemerintah daerah, pusat, sektor swasta hingga masyarakat—harus bergerak dalam satu visi pembangunan yang terintegrasi.
“Rakor ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi harus melahirkan aksi nyata untuk memperkuat infrastruktur, pelayanan dasar, sosial ekonomi, keamanan, serta kedaulatan negara,” tegasnya.
Kemajuan Sudah Terlihat, Tantangan Masih Banyak
Beberapa pencapaian pembangunan di kawasan perbatasan telah tampak, terutama pada perbaikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan penguatan infrastruktur strategis. Namun demikian, Juni menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan besar yang harus ditangani bersama, antara lain:
-
Peningkatan sarana pelayanan dasar seperti air bersih, drainase, dan listrik.
-
Perluasan akses ekonomi masyarakat agar tidak tertinggal dibandingkan negara tetangga.
-
Penguatan konektivitas transportasi dan aktivitas perdagangan perbatasan.
Melalui forum rakor ini, pemerintah berharap muncul strategi bersama yang lebih kuat, efektif, dan berkelanjutan dalam membangun kawasan perbatasan sebagai etalase kemajuan nasional.
“Jika kita mampu bersinergi dengan baik, maka perbatasan akan menjadi kawasan yang membanggakan, menjadi simbol kemajuan bangsa,” ujar Juni mengakhiri sambutan.
Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan di tahun 2025. (*)




