spot_img
More
    spot_img

    Warga Resah Asap PT PRI: Air Hujan Berubah, Tanaman Mati, Kulit Gatal

    WARTA, TARAKAN – Aktivitas pabrik kertas PT Phoenix Resources International (PRI) kembali menuai keluhan dari warga sekitar. Asap yang keluar dari cerobong pabrik dinilai sudah memengaruhi kualitas udara, air, hingga tanaman produktif warga.

    Yapdin, perwakilan warga sekaligus pemilik lahan di dekat lokasi pabrik, mengungkapkan bahwa dampak paling terasa dirasakan oleh mereka yang tinggal dalam radius 50 meter dari cerobong.

    “Sejak asap muncul, udara jadi berbeda. Sebagai warga, kami berharap Pemkot Tarakan segera mengambil langkah tegas terkait pencemaran udara dari PT PRI,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).

    Menurut Yapdin, perubahan kualitas air hujan kini menjadi masalah baru. Jika dulu air hujan bisa langsung ditampung untuk kebutuhan sehari-hari, kini harus dibiarkan lebih dulu karena sudah bercampur kotoran dan berbau.

    “Contohnya saudara Riki, dulu bisa langsung tampung untuk mandi atau mencuci, sekarang tidak bisa. Air hujan terasa kotor dan berbau. Itu yang kami alami,” katanya.

    Selain air hujan, warga juga mengeluhkan tanaman produktif yang mati atau tidak lagi berbuah. Pohon yang dulunya menjadi sumber penghasilan warga kini tak lagi bisa dipanen.

    “Beberapa tahun terakhir setelah ada penimbunan dari aktivitas pabrik, tanaman kami banyak yang mati,” tambah Yapdin.

    Keluhan lain datang dari genangan air di lahan warga. Genangan tersebut menimbulkan rasa gatal saat terkena kulit, terutama ketika warga beraktivitas tanpa alas kaki. “Rasanya seperti kena kutu air, sementara tanaman di sekitar juga ikut mati,” tuturnya.

    Warga sudah menggelar forum diskusi bersama tokoh adat dan pihak kehutanan untuk membahas dampak aktivitas PT PRI. Mereka menunggu hasil uji laboratorium yang diharapkan keluar dalam waktu dekat.

    “Harapannya forum ini bisa jadi solusi antara warga dengan pihak perusahaan. Tapi kami juga sadar risiko industri besar seperti ini sangat tinggi. Bahkan menurut informasi, karyawan PT PRI pun tidak boleh tinggal dekat pabrik karena dampaknya berbahaya,” ujar Yapdin.

    Baca Juga:  Sambut Hari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kaltara Siapkan Simulasi Vertical Rescue di Gedung Tinggi

    Ia menambahkan, dari pengalaman keluarganya yang pernah terlibat pembangunan dermaga pabrik kertas di daerah lain, potensi pencemaran cukup besar. “Air tanah bisa tercemar dalam radius 1,5 kilometer, udara minimal empat kilometer terdampak. Tarakan ini kecil, dampaknya bisa luar biasa,” pungkasnya. (*)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU