WARTA, NUNUKAN – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Aula Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan saat Irwan Sabrisecara resmi melepas 222 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Nunukan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan suci yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menunaikannya. Ia menyebut keberangkatan para jemaah tahun ini sebagai anugerah sekaligus amanah besar yang harus dijaga dengan penuh kesungguhan.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat kepada para jemaah. Semoga diberi kelancaran, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya.
Pesan Jaga Niat, Kesehatan, dan Kebersamaan
Bupati juga menitipkan sejumlah pesan penting kepada para jemaah. Ia mengingatkan agar seluruh rangkaian ibadah dijalankan dengan niat tulus karena Allah SWT, serta menjaga kondisi fisik mengingat perbedaan cuaca dan aktivitas di Tanah Suci.
Selain itu, para jemaah diminta menjaga kebersamaan, saling membantu, serta mematuhi arahan petugas haji demi kelancaran ibadah.
“Jaga sikap, kedisiplinan, dan kesabaran. Tunjukkan jati diri masyarakat Nunukan dan Indonesia yang santun,” pesannya.
Berangkat Dua Gelombang
Sebanyak 222 CJH Nunukan dijadwalkan berangkat dalam dua gelombang menuju embarkasi Balikpapan. Rinciannya, 138 jemaah asal Nunukan daratan akan berangkat pada 4 Mei 2026, disusul 84 jemaah dari Pulau Sebatik pada 5 Mei 2026. Seluruhnya tergabung dalam kloter 7 dan 8.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan syal identitas kepada perwakilan jemaah tertua dan termuda sebagai simbol keberangkatan.
Dukungan Pemda Capai Rp1,72 Miliar
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Nunukan mengalokasikan anggaran hibah sebesar Rp1,72 miliar untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan transportasi, akomodasi, serta operasional Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Selain itu, seluruh jemaah juga telah dinyatakan siap berangkat setelah mengikuti manasik haji serta memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan (istito’ah).
Acara pelepasan turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, serta keluarga jemaah yang mengiringi dengan doa dan harapan.
Dengan penuh harap, para jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali dalam keadaan sehat, serta membawa pulang predikat haji mabrur yang memberi keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.




