WARTA, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan resmi memulai langkah strategis dalam menyusun peta jalan pembangunan masa depan. Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Ruang Pertemuan Lantai V Kantor Bupati, Senin (26/01).
Acara krusial ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Wakil Bupati Hermanus, Ketua DPRD Hj. Leppa, unsur Forkopimda, hingga kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Nunukan. Forum ini menjadi wadah “urun rembuk” lintas sektor untuk memastikan pembangunan di wilayah perbatasan tetap relevan dengan kebutuhan riil masyarakat.
Sinergi 17 Arah Baru dan Program Nasional
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 bukan sekadar rutinitas administratif. Perencanaan tahun ini mengusung misi besar untuk menyelaraskan 17 Arah Baru Perubahan yang menjadi prioritas daerah dengan program strategis nasional, Asta Cita.
”Penyusunan RKPD 2027 diarahkan selaras dengan visi-misi daerah dan program nasional. Kita harus memastikan kepentingan daerah dan pusat terakomodasi secara harmonis melalui telaah pokok pikiran DPRD,” ujar Bupati Irwan.
Ia juga mengingatkan pentingnya fleksibilitas dalam birokrasi. Mengingat dinamika kebijakan pusat yang kerap berubah, pemerintah daerah dituntut untuk lebih adaptif dan siaga.
Catatan Prestasi: Momentum Lonjakan Kinerja
Di sela arahannya, Bupati Irwan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh perangkat daerah atas capaian gemilang sepanjang tahun 2025. Nunukan berhasil mengukir sejarah dengan sederet prestasi prestisius, antara lain:
- Peringkat 1 Keterbukaan Informasi Publik: Predikat “Informatif” dari Pemprov Kaltara.
- Rekor Indeks Pelayanan Publik: Meraih predikat A-, nilai tertinggi dalam sejarah Kabupaten Nunukan.
- Reformasi Hukum Paripurna: Predikat “Istimewa” dari Kementerian Hukum RI dengan nilai fantastis 96,10.
Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat
Bupati menekankan bahwa segala penghargaan tersebut harus menjadi bahan bakar untuk bekerja lebih keras di tahun 2027. Target utamanya adalah menciptakan program yang tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi memberikan dampak instan pada kesejahteraan warga Nunukan.
”Tantangan kita adalah perencanaan yang maksimal. Hasil akhirnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam peningkatan ekonomi dan kualitas hidup di perbatasan,” pungkasnya.




