WARTA, NUNUKAN – Semangat kepedulian sosial kembali menggeliat di wilayah perbatasan Indonesia. Yayasan Laskar Perbatasan Peduli sukses menyelenggarakan bakti sosial khitanan massal yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Nunukan, Sabtu (17/01).
Bertempat di Markas Satgas Pamtas (Tompan), Jl. Fatahillah, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Yayasan Laskar Perbatasan Peduli, Satgas Pamtas Yonkav 13/SL, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Bupati Nunukan, yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah Drs. Raden Iwan Kurniawan, membuka secara resmi acara tersebut. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil oleh organisasi masyarakat dan aparat keamanan di perbatasan.
”Khitanan massal ini bukan sekadar bantuan medis, tapi wujud nyata kehadiran kita untuk kesehatan generasi penerus di perbatasan. Ini membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan layanan yang aman dan layak,” ujar Iwan saat membacakan pesan Bupati
Ia juga sempat memberikan semangat langsung kepada 50 peserta kecil agar tidak takut menghadapi proses khitan. “Tetap berani dan tenang. Ini langkah untuk menjadi anak yang sehat, kuat, dan kebanggaan orang tua,” tambahnya.
Misi Sosial di Garis Depan
Ketua Yayasan Laskar Perbatasan Peduli, Hamzah, mengungkapkan rasa bangganya karena yayasan yang dipimpinnya dapat memulai debut kegiatan sosial berskala nyata sejak berdiri.
”Tujuan kami hanya satu: berbagi kepada masyarakat. Kami ingin hadir untuk mereka yang membutuhkan. Semoga ke depannya, jumlah peserta bisa lebih banyak dan cakupan kegiatan sosial kami bisa lebih luas lagi,” tegas Hamzah.
Sinergi Lintas Sektoral
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/SL, Letkol Kaveleri Ikhsan Maulana Pradana, yang menyediakan fasilitas markas sebagai lokasi kegiatan. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Forkopimda dan Ketua KONI Nunukan, Muhammad Yasin, semakin mempertegas dukungan kolektif terhadap aksi kemanusiaan di wilayah utara Kalimantan ini.
Dengan pengawalan tenaga medis profesional dari PPNI, seluruh proses khitanan berjalan lancar, memberikan senyum lega bagi para orang tua dan harapan baru bagi kesehatan anak-anak di beranda terdepan NKRI.




