WARTA, TANJUNG SELOR – Semangat kebersamaan dan persaudaraan mewarnai pembukaan Turnamen Bola Voli Paroki St. Maria Assumpta Tanjung Selor yang digelar dalam rangka pesta pelindung paroki, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh umat Katolik dari berbagai stasi dan diproyeksikan menjadi ajang mempererat tali persaudaraan lintas wilayah di Keuskupan Tanjung Selor.
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan dihadiri Uskup Keuskupan Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, Wakil Ketua DPRD Bulungan Tasa Gung, Ketua Pemuda Katolik Bulungan Alyosius Afriday Sandy, perwakilan KNPI Bulungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan umat Katolik.
Dalam sambutannya, Mgr. Paulinus Yan Olla mengapresiasi seluruh umat yang telah terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Menurutnya, rangkaian perayaan pesta pelindung paroki tidak hanya diisi dengan turnamen olahraga, tetapi juga akan diramaikan kegiatan jalan sehat yang melibatkan seluruh paroki di wilayah Keuskupan Tanjung Selor.
“Mulai dari Apo Kayan hingga Dumaring akan melaksanakan jalan sehat di wilayah masing-masing. Nantinya pengundian hadiah akan dilakukan secara bersama sesuai jadwal yang ditetapkan panitia,” ujarnya.
Uskup Paulinus menegaskan bahwa olahraga memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi. Selain menjaga kebugaran tubuh, olahraga juga menjadi sarana membangun solidaritas, kekompakan, dan kualitas persaudaraan antarumat.
Ia mengutip pepatah Latin mens sana in corpore sano yang berarti jiwa yang sehat berada dalam tubuh yang sehat.
“Melalui olahraga kita belajar banyak hal, mulai dari kerja sama, solidaritas, hingga membangun persaudaraan. Nilai-nilai itu juga sangat relevan dalam kehidupan rohani,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Uskup Paulinus turut berbagi pengalaman saat mengikuti Klerikus Cup di Roma, kompetisi yang mempertemukan para imam dari berbagai negara. Menariknya, dalam turnamen itu tidak digunakan kartu merah, melainkan kartu hijau sebagai bentuk pembinaan.
Pemain yang menerima kartu hijau harus meninggalkan lapangan selama lima menit sehingga timnya bermain dengan jumlah pemain yang berkurang.
“Kesalahan satu orang bisa berdampak pada seluruh tim. Dari situ kita belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi terhadap komunitas. Ini yang disebut sebagai dosa sosial,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa tujuan utama kegiatan olahraga bukanlah mengejar kemenangan atau hadiah semata, melainkan memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di tengah umat.
“Menang tentu membanggakan, tetapi yang jauh lebih penting adalah persaudaraan yang terbangun. Karena itu mari kita terus aktif dalam kegiatan-kegiatan paroki agar hubungan antarumat semakin erat,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Uskup Paulinus mengajak seluruh peserta dan pendukung untuk menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Siapapun yang menang, kita semua tetap bersaudara. Mari dukung turnamen ini dengan semangat kebersamaan dan sportivitas,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Besar Gereja (PHBG), Donatus Aran, menjelaskan bahwa turnamen voli tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara PHBG dan Pemuda Katolik.
Turnamen akan berlangsung mulai 20 Juni hingga 9 Agustus 2026 dengan jadwal pertandingan setiap Sabtu dan Minggu.
Sebanyak 24 tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut, terdiri dari 11 tim putra dan 13 tim putri yang akan bertanding menggunakan sistem setengah kompetisi.
Panitia juga telah menyiapkan berbagai penghargaan bagi para pemenang, mulai dari uang pembinaan, piala bergilir, piala tetap untuk juara I, II, dan III, hingga piagam penghargaan.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Mari junjung tinggi sportivitas dan jadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat persaudaraan umat,” tutup Donatus.




