WARTA, NUNUKAN — Dentuman drum dan derap langkah penuh semangat mengawali suasana meriah di Gedung Olahraga (GOR) Dwikora Sungai Sembilan, Nunukan.
Sebagai pembuka dalam ajang Lomba Marching Band Bupati Cup I yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Nunukan ke-26, penampilan Marching Band Gema Swara Paguntaka sukses mencuri perhatian penonton.
Tampil dengan 40 personel cilik berusia antara 8 hingga 11 tahun dari SDN 006 Binusan Nunukan, mereka menghadirkan pertunjukan penuh energi dan harmoni.
Dengan formasi barisan yang rapi dan koordinasi gerak yang solid, anak-anak ini menampilkan atraksi memukau menggunakan beragam alat musik seperti bass drum, cymbal, marching bell, pianika, dan quarto.
Mereka sukses membawakan tiga lagu — Ayo Mama, Ayam Den Lapeh, dan Manuk Dadali — yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari penonton yang memadati tribun.
Suasana GOR Dwikora pun berubah semarak, seolah seluruh ruangan bergetar oleh irama musik dan semangat muda yang mengalun dari Gema Swara Paguntaka.
Semangat Tinggi, Latihan Hanya Sebulan
Pelatih marching band, Muhammad Hafidz Anshary, yang akrab disapa Arie, mengaku bangga dengan semangat luar biasa para anak didiknya. Meski hanya berlatih dalam waktu singkat, mereka mampu tampil percaya diri di hadapan ratusan penonton.
“Anak-anak ini berlatih kurang lebih sebulan. Walau ada yang sempat mabuk di perjalanan dan usia mereka masih sangat muda, tapi semangat tampilnya luar biasa. Kami menambah jam latihan dari pukul 3 sore hingga 9 malam demi hasil maksimal,” ujar Arie dengan bangga.
Menurutnya, penampilan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bukti bahwa dengan disiplin, latihan, dan kebersamaan, anak-anak dari daerah bisa tampil membanggakan.
“Anak-anak dari wilayah yang jauh dari kota juga bisa bersaing dengan sekolah-sekolah besar, asal mendapat pembinaan dan kesempatan yang sama,” tambahnya.
Anak-Anak Bangga Bisa Tampil di GOR Dwikora
Salah satu peserta termuda, Gibran (8 tahun), pemegang bass drum, mengungkapkan kegembiraannya bisa tampil di ajang besar tersebut.
“Senang sekali bisa tampil di GOR Dwikora, apalagi bersama teman-teman. Kami latihan tiap hari dan akhirnya bisa tampil di sini,” ujarnya polos namun penuh semangat.
Penampilan Gema Swara Paguntaka bukan hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan inspirasi tentang semangat belajar, kerja sama, dan dedikasi anak-anak Nunukan dalam mengembangkan bakat seni dan musik.
Dengan irama yang menggema dan barisan yang tegap, mereka menjadi simbol generasi muda Nunukan yang penuh semangat dan percaya diri.




