WARTA, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, melakukan pertemuan dengan Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Awang Lazuardi, di PHE Tower, Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2025).
Didampingi Direksi PT Kayan LNG Nusantara, pertemuan ini membahas pemenuhan kebutuhan gas untuk industri dan pembangkit listrik di Kaltara. Fokus utama diskusi adalah rencana pengeboran sumur gas di Blok Sebatik guna memenuhi pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) bagi PLN dan sektor industri.
Gubernur Zainal mengungkapkan bahwa PLN Tarakan sudah beralih dari bahan bakar HSD ke gas, namun PT Kayan LNG Nusantara masih terkendala memenuhi permintaan tambahan. “Produksi LNG saat ini baru 2,5 MMscfd, sementara PLN Tarakan ingin menambah pasokan menjadi 5 MMscfd. Selain itu, PLN Bulungan juga siap beralih ke LNG, tapi pasokan belum tersedia,” jelasnya.
Selain isu energi, Gubernur Zainal juga menyinggung kembali sengketa perbatasan di Blok Ambalat. Ia mengusulkan agar wilayah tersebut dikelola melalui skema kerja sama pemerintah dengan pemerintah (G to G) antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, pengelolaan bersama dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
“Jika PLBN Sebatik dibuka, maka Malaysia secara tidak langsung mengakui Ambalat sebagai wilayah Indonesia. Karena itu, saya berharap Pak Dirut dapat menyampaikan masukan ini ke pemerintah pusat,” tegasnya.




